• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Sabtu, 18 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nasional

Seputar Omicron, Varian Baru COVID-19

  • Selasa, 30 November 2021 18:15
FacebookTwitterWhatsApp

Baca Juga:

Ini Gejala Hepatitis Akut yang Menjangkit Anak-anak

Pemerintah: Tak Boleh Makan Minum saat Halal bihalal Lebaran

Sumber forestdigest.com


Penanews.id, JAKARTA – OMICRON menjadi varian baru Covid-19 yang ditemukan di benua Afrika, di Gueteng Afrika Selatan dan Botswana, pada 11 dan 23 November 2021. Para ilmuwan menyebut daya tular Omicron dua kali lebih kuat dibanding varian Delta dari India yang masuk Indonesia pada Mei 2021.

Merebaknya varian baru Covid-19 ini memicu kekhawatiran seluruh dunia. Bursa saham sempat jatuh dan beberapa negara menutup pintu masuk dari Afrika, sebagian lain memperketat dan memberlakukan karantina kembali. Jepang bahkan menutup pintu bagi orang asing tanpa terkecuali.


Walau pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan, varian Omicron juga terdeteksi di Belgia, Bostwana, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia dan Inggris. Artinya, varian Omicron sudah menyebar, meski belum jelas apakah varian ini yang menyebabkan kenaikan kasus positif di beberapa negara.

Pada 16 November 2021, infeksi positif Covid-19 di Afrika hanya tercatat 273 per hari. Sepekan kemudian, jumlahnya naik menjadi 1.200 dengan temuan varian Omicron. Belum terkonfirmasi secara pasti apakah kenaikan infeksi itu karena varian baru ini atau karena sebab lain.

WHO mengumumkan varian B.1.1.529 ini menjadi varian yang perlu diwaspadai (variant of concern) pada 26 November 2021. Variant of Concern berarti mutasi virus yang lebih cepat menyebar, lebih ganas dan kemungkinan kebal dari vaksin yang memproteksi asal virus Covid-19.


Berikut beberapa informasi varian Omicron sejauh ini.

Tingkat penularan

Masih belum terlalu jelas daya tular Omicron, tapi sejumlah penelitian awal menyebutkan bahwa daya tular varian baru Covid-19 ini dua kali lebih ganas dibanding varian Delta. Virus ini memiliki 30 varian mutasi yang berperan merusak kekebalan sel tubuh manusia.

Tingkat keganasan

Menurut WHO, masih belum jelas juga apakah tingkat keparahan yang ditimbulkan melebihi varian Delta. Data awal di Afrika Selatan menunjukkan pasien berusia muda (mahasiswa) mengalami gejala ringan dan tak mengalami kehilangan indera perasa dan penciuman, namun level keparahan Omicron bisa jadi perlu beberapa hari atau minggu. Beberapa pasien lain mengalami gejala tak biasa, yakni kelelahan akut.


Ahli penyakit menular Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci, menyebutkan varian Omicron lebih menular dan bisa melemahkan antibodi yang  dihasilkan vaksin Covid-19. Namun Fauci menegaskan vaksin masih efektif menangkal Omicron.

Vaksin masih efektif

Senada dengan Fauci, WHO menyatakan meski masih dalam penyelidikan lebih dalam, vaksin yang ada sekarang masih efektif mencegah keparahan dan kematian. Para ahli vaksin kini sedang memperbarui kandungan vaksin untuk menyesuaikan dengan daya rusak varian baru Covid-19. Perbaruan vaksin membutuhkan waktu 4-6 bulan.

Saran WHO

Cara mencegah yang paling ampuh pada masa pandemi Covid-19 masih sama, yakni menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang lain, memakai masker, menerapkan ventilasi ruangan yang baik, hindari kerumunan, mencuci tangan, dan jaga kebersihan, serta mendapatkan vaksinasi.

Respons Indonesia


Pemerintah menutup pintu masuk dengan menangguhkan pemberian visa kepada warga negara asing (WNA) dengan riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir ke Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong.

Pengaturan ini dikecualikan kepada pemegang visa diplomatik dan dinas, pejabat asing setingkat menteri ke atas beserta rombongan yang melakukan kunjungan resmi/kenegaraan, masuk dengan skema Travel Corridor Arrangement, dan delegasi negara anggota G20.

Sementara Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara tersebut dalam 14 hari terakhir tetap diizinkan untuk kembali ke Indonesia dengan kewajiban menjalani karantina selama 14 hari.

Sedangkan untuk WNA dan WNI dari negara lain yang tidak disebutkan di atas wajib melakukan penyesuaian durasi karantina menjadi 7 x 24 jam. Penambahan durasi karantina ini berubah dari yang sebelumnya hanya tiga atau lima hari.

Kendati studi-studi ilmiah untuk varian baru Covid-19 Omicron belum tersedia, pembatasan interaksi sosial amat penting untuk memutus penularan virus corona 

Sumber: forestdigest.com

Tags: Covid-19Omicronvarian baru covid 19Varian Omicron
25
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

4 bulan yang lalu
20
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

5 bulan yang lalu
34
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

5 bulan yang lalu
34
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

6 bulan yang lalu
22
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

11 bulan yang lalu
57
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

11 bulan yang lalu
41
Berikutnya
Puting Beliung, Empat Bangunan di Arosbaya Tertimpa Pohon

Puting Beliung, Empat Bangunan di Arosbaya Tertimpa Pohon

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.