• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Rabu, 22 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nusantara

Kisah Tiga Siswa Tiga Tahun Tinggal Kelas, Diduga Karena Agama yang Mereka Anut

  • Rabu, 24 November 2021 10:55
FacebookTwitterWhatsApp
Sumber foto: vice.com

Penanews.id, KALTARA – Tiga anak siswa kelas 2, 4, dan 5 di SD Negeri Tarakan 051, Kalimantan Utara diduga mengalami diskriminasi akibat kebijakan sekolah.

Selama tiga tahun terakhir ketiganya selalu tinggal kelas, memunculkan dugaan adanya diskriminasi sebab ketiganya menganut kepercayaan Saksi-saksi Yehuwa (biasa disebut ‘Saksi Yehuwa’ saja), sekte yang kerap dianggap sempalan agama Kristen.

Baca Juga:

Viral Kapolres Nunukan Tendang Anggotanya, Begini Masalahnya!

Karena tak mungkin membiarkan anaknya tua di bangku SD, orang tua ketiga anak tersebut memutuskan lapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). 

Ada 3 kakak beradik yang beragama Saksi Yehuwa yang tidak naik kelas selama tiga tahun berturut-turut karena permasalahan nilai agama di rapor,” tulis Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangan persnya, Minggu (21/11), dilansir Detik.

Menurut penjelasan Retno, sekolah memakai alasan berbeda untuk tiga kali tinggal kelas tersebut. Pada tinggal kelas pertama di tahun ajaran 2018/2019, sekolah memakai alasan siswa absen tiga bulan.

Padahal, sebut Retno, saat itu siswa sedang dikeluarkan oleh sekolah, pada Desember 2018. Keputusan sekolah mengeluarkan siswa tersebut digugat ke PTUN Samarinda, Kalimantan Timur, hingga kemudian pada April 2019, pengadilan membatalkan keputusan sekolah. Selama masa persidangan itulah anak-anak terpaksa absen.

Di tahun ajaran selanjutnya, 2019/2020, anak-anak itu kembali tinggal kelas. Retno mengatakan, kali ini sekolah beralasan mereka tak bisa mengikuti pelajaran Agama karena tak ada mata pelajaran Saksi Yehuwa di sekolah.

Lalu, di tahun selanjutnya ketika mereka lagi-lagi tak naik kelas, sekolah berdalih anak-anak itu memperoleh nilai agama yang terlalu rendah.

Akibat tindakan diskriminatif sekolah ini, Retno menyebut ketiga anak tersebut merasa terpukul dan kehilangan semangat belajar. Namun, Kepala SD N 051 Tarakan F.X. Hasto Budi Santoso menolak tudingan diskriminasi SARA di sekolahnya.

“Tidak ada perlakuan diskriminatif atau intoleran. Setiap bertemu guru, ketiganya selalu menyapa, hubungan dengan para temannya baik, begitu juga dengan guru-gurunya,” ujar Hasto, dikutip Wartakota. 

Menurut penjelasan Hasto, sekolah tak mempermasalahkan keyakinan Saksi Yehuwa ketiga siswa ini, juga tak pernah memperlakukan ketiganya secara berbeda.

Masalahnya, menurut Hasto, beberapa tindakan mereka dianggap tidak sesuai aturan sekolah. Misalnya, mereka tak mau menghormat bendera Merah Putih, ogah menyanyikan “Indonesia Raya”, dan menolak menyanyikan lagu-lagu kristiani dari buku pelajaran Agama dengan alasan tidak sesuai keyakinan.

“Dia mengikuti pelajaran Agama, tapi untuk tugas-tugas tertentu dia semakin menunjukkan bahwa Saksi Yehuwa itu bukan Kristen sehingga si guru agama tidak mendapatkan nilai yang lengkap bagi yang bersangkutan,” Hasto mengatakan kepada CNN Indonesia. 

Sumber: vice.com

Tags: Diduga karena agamaDiduga karena agama yang dianutKaltaraTidak naik tiga tahunTiga siswa kaltaraTiga siswa tidak naik kelas tiga tahun
38
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

9 bulan yang lalu
75
Diduga Kelelahan, Warga Surabaya  Hantam Fuso yang Sedang Parkir

Diduga Kelelahan, Warga Surabaya Hantam Fuso yang Sedang Parkir

11 bulan yang lalu
54
Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

1 tahun yang lalu
70
Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

1 tahun yang lalu
53
Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

2 tahun yang lalu
103
Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

2 tahun yang lalu
58
Berikutnya
Kapolres Sumenep Dampingi Dansat Brimob, Cek Kesiapan Personel Pengamanan Pilkades Serentak 2021

Kapolres Sumenep Dampingi Dansat Brimob, Cek Kesiapan Personel Pengamanan Pilkades Serentak 2021

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.