
Penanews.id, JAKARTA- Akhir-akhir ini nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sering dijodoh-jodohkan untuk pemilu presiden 2024.
Seorang pengamat, memasangkan AHY dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies sebagai capres, AHY sebagai Cawapres.
Setelahnya, giliran politikus dari PKB juga menyandingkan AHY dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Upaya penyandingan ini rupanya sejalan dengan hasil survei terbaru oleh lembaga CISA atau Centre of Indonesia Strategi Action. Di mana elektabilitas Demokrat dan AHY sama-sama naik tajam di luar dugaan.
Survei yang mengambil 1600 sample di 34 provinsi ini menunjukkan elektabilitas AHY dan Demokrat berada di posisi dua besar.
Direktur CISA Herry Mendrofa merinci
Anies Baswedan yang merupakan Gubernur DKI Jakarta berada di posisi teratas dengan raihan 19,20 persen.
Kemudian disusul oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mendapatkan 15,51 persen serta ditempel ketat oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang mendapatkan 15,33 persen sedangkan Prabowo Subianto hanya mendapatkan 10,26 persen.
“Cukup menarik, secara on the spot Menteri BUMN, Erick Tohir mampu mendulang 9,76 persen dan mengungguli Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang mendapatkan 7,55 persen serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal (TNI) Andika Perkasa sebesar 7,15 persen,” kata Herry.
Di posisi terbawah hasil Survei CISA menempatkan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, kemudian Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
“Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto mendapatkan 3,47 persen. Meskipun demikian nama Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka disebutkan sebanyak 2,43 persen dan mengungguli Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang mendapatkan 1,35 persen sedangan 7,99 persen masyarakat belum menentukan sikapnya,” jelas Herry.
Sementara itu untuk elektabilitas Partai Politik PDI-Perjuangan masih yang tertinggi dengan 18,91 persen. Dibawahnya secara berurutan ada Partai Demokrat dengan 13,22 persen, Partai Golkar 11,65 dan Partai Kebangkitan Bangsa 11,20 persen.
Sementara Gerindra dan Nasdem keluar dari 5 besar. Sebaliknya, elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera hingga membuat PAN dan PPP harus berada di posisi terakhir.
“Gerindra dan Nasdem keluar dari 5 besar. Gerindra mendapatkan 10,36 persen sedangkan PKS kembali menguat di 9,33 persen serta Nasdem harus puas karena hanya mendapatkan 6,43 persen. Di posisi terakhir ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendapat 3,35 persen dan Partai Persatuan Pembanguan (PPP) sebesar 2,88 persen. Namun masih terdapat 12,67 persen masyarakat yang belum menentukan sikap. Hal ini bisa digarap oleh semua parpol termasuk non DPR-RI,” pungkas Herry Mendrofa.
EMBE







