
Penanews.id, PAMEKASAN – Setelah bulan Ramadan dan lebaran usai, itu berarti usai pula masa liburan para santri dan saatnya bagi mereka kembali ke pesantren.
Di tengah situasi pandemi covid-19 yang belum menunjukkan tanda mereda, membuat agenda kembali ke pesantren menjadi berbeda. wali santri tak diperbolehkan mengantar langsung anaknya balik ke pesantren.
Baca Juga:
Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan misalnya, menyediakan bis yang dikhususkan untuk mengantar para santri.
Mereka juga diwajibkan mengisolasi diri selama 10 hari, memeriksakan diri ke secara medis, untuk meminimalisir potensi penularan virus covid-19 di lingkungan pesantren.
“Perpulangan santri Al-Amien yang dari Bangkalan dilakukan bertahap selama satu pekan. Dimulai dari kelas enam sampai kelas satu,” kata Nur Alim, Ketua Panitia Pelaksana, Kamis, 27 Mei 2021.
“Terima kasih kepada dinas perhubungan, DLLAJ dan petugas terminal, atas bantuannya sehingga kegiatan lancar,” dia menambahkan.
Selain di Bangkalan, santri Al-Amien di Pamekasan juga kembali hari ini. Bupati Pamekasan Baddrut Tamam melepas langsung para santri di lapangan Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Kamis (27/5/2021).
Mas Baddrut juga memberikan motivasi dan wejangan khusus kepada santri.
“Perwajahan Pamekasan, Indonesia dan dunia masa depan ditentukan oleh adik-adik sekarang ini. Mau baik, mau tidak baik, lihat perwajahan hari ini,”
“Jika adik-adik menjadi orang yang pintar, baik dan menjadi orang yang bermanfaat, insyaallah Indonesia akan maju dan hebat,” kata bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut di hadapan para santri.
Mantan anggota DPRD Jawa Timur dua periode ini meminta santri untuk belajar dengan sungguh sungguh agar bisa menjadi generasi yang bisa diandalkan di masa akan datang.
Dikatannya, selama berada di pondok pesantren harus bisa. menunjukkan keinginan kuat untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
“Kalau kita ingin memberikan sumbangsih baik kepada bangsa dan negara, kepada Islam, belajarlah yang rajin. Tunjukkan bahwa kita ini sedang ingin merubah diri sendiri untuk kejayaan Indonesia,” tandasnya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menyampaikan beberapa paket beasiswa untuk para santri yang ingin kuliah jurusan kedokteran di Universitas Airlangga Surabaya, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), akademi polisi (akpol) dan akademi militer (akmil).

Pihaknya akan menfasilitasi santri yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dimaksud.
Tentu kata dia, santri dan pemuda Pamekasan secara umum harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang cukup agar bisa bersaing di perguruan tinggi kedinasan tersebut.
“Syukur alhamdulillah, jika nanti yang menjadi calon dokter dan di sekolah kedinasan yang lain itu adalah adik-adik kita yang sekarang akan diberangkatkan ke pondok pesantren Al Amien,” ungkapnya.
Tokoh muda ini mengaku bangga apabila santri bisa memanfaatkan waktu selama di pondok pesantren dengan cara belajar dan ibadah yang rajin.
“Karena nasib bangsa Indonesia masa depan ditentukan oleh santri yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di pesantren,” pungkasnya.
ZUL






