
Penanews.id,BANGKALAN- Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin, Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan Wakil Bupati Moh. Fauzan Ja’far dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bangkalan ke-494. Kamis, 23 Oktober 2025.
Kunjungan itu dilakukan usai melaksanakan ziarah ke Makam Agung Arosbaya dan Makam Ki Demung Plakaran. Tak hanya Bupati dan Wakilnya, jajaran Forkopimda serta Kepala OPD juga ikut ramah tamah di Pesantren yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan tersebut.
Baca Juga:
Kedatangan Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Forkopimda disambut hangat oleh pengasuh, santri, dan pengurus hingga alumni pesantren. Momen itu berlangsung penuh keakraban, meriah dan diwarnai suasana kekeluargaan.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat keluarga besar Ponpes Al-Muhajirin. Ia menilai pesantren memiliki peran besar dalam membangun karakter dan peradaban masyarakat Bangkalan.
“Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di negeri ini. Banyak nilai kebangsaan dan Pancasila seperti gotong royong, kebersamaan, dan kerja keras yang tumbuh dari pesantren,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan pesantren merupakan bagian penting dari akar sejarah dan identitas masyarakat Madura. Dari pesantren, lahir generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.
“Pondok pesantren bukan hanya mencetak santri berilmu agama, tetapi juga membentuk karakter masyarakat Bangkalan yang religius, berakhlak, dan cinta tanah air. Peran ini menjadi warna tersendiri dalam perjalanan panjang sejarah Kabupaten Bangkalan,” pungkas Bupati Lukman.
Sementara, Humas Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin, Muammar,
menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan pemerintah daerah ke pesantrennya. Ia menilai, kehadiran Bupati dan Forkopimda menjadi bentuk perhatian nyata terhadap lembaga pendidikan keagamaan.
“Alhamdulillah kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan Forkopimda Bangkalan, juga kepada Matra (Masyarakat Adat Nusantara) se-Indonesia, yang hadir langsung dari Yogyakarta dan DPW Jawa Timur karena berkenan bersilaturahmi ke pesantren kami,” ujar Muammar.
Menurut Muammar, kunjungan pemerintah daerah ke Makam Agung Arosbaya, kemudian dilanjutkan ke pondok pesantren, merupakan bentuk antusias terhadap hal-hal yang berhubungan dengan budaya dan sejarah Kabupaten Bangkalan.
Untuk itu, pondok pesantren di Bangkalan, khususnya Ponpes Hidayatullah Al-Muhajirin berkomitmen dapat ikut melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya daerah.
“Tidak hanya masyarakat di luar pesantren, tapi juga di dalam pesantren, para kiai, santri, dan alumni, harus ikut menjaga dan melestarikan budaya Bangkalan,” tandasnya.
Abdi






