
Penanews.id,BANGKALAN — Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus berupaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjelang akhir tahun.
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan, hingga 30 September 2025, PAD yang sudah terkumpul mencapai Rp356 miliar, atau sekitar 70 persen dari total target Rp504,4 miliar.
Baca Juga:
Kepala Bapenda Bangkalan Amina Rachmawati mengatakan, realisasi tersebut menunjukkan bahwa masih ada potensi besar yang perlu dioptimalkan dalam tiga bulan terakhir tahun anggaran ini. Ia menyebut, tantangan terbesar masih berada di sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang belum menunjukkan hasil maksimal.
“Yang paling berat memang di PBB. Kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh, tapi kami masih butuh waktu untuk mendorong kepatuhan agar hasilnya lebih maksimal,” ujarnya, Senin (20/10).
Dari laporan Bapenda, sektor kesehatan masih menjadi penyumbang terbesar PAD. RSUD Syamrabu tercatat menyumbang Rp197,7 miliar, atau 73 persen dari target Rp270 miliar. Capaian tinggi juga datang dari Dinas Pemuda dan Olahraga yang berhasil melampaui target hingga 203 persen dari pagu Rp282 juta.
Sementara itu, beberapa perangkat daerah mencatat kinerja cukup stabil seperti Bagian Perekonomian dengan realisasi Rp5,56 miliar atau 91 persen, Dinas Pendidikan sebesar Rp15,2 miliar atau 81 persen, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman yang sudah menembus Rp931 juta atau 81 persen.
Di sisi lain, ada pula instansi yang masih tertinggal jauh dari target. Dinas Perhubungan menjadi yang terendah dengan capaian hanya Rp121 juta atau 6,88 persen dari target Rp1,76 miliar. Disusul Dinas Lingkungan Hidup dengan realisasi Rp167 juta atau 33 persen, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang baru mencapai Rp534 juta atau 35 persen.
Amina menegaskan, pemerintah daerah saat ini memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah dan mendorong optimalisasi pembayaran pajak secara digital untuk mempercepat arus penerimaan.
“Kami sedang fokus memperluas kanal pembayaran dan mengefektifkan penagihan di lapangan. Harapannya, akhir tahun nanti bisa tembus di atas 95 persen,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan PAD tidak hanya soal penagihan, tetapi juga soal kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak.
“PAD itu bukan semata angka, tapi bentuk partisipasi warga dalam membangun daerah. Semakin tinggi kepatuhan, semakin kuat kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan,” pungkasnya.
Abdi






