
Penanews. Id, BANGKALAN- Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK).
TPK ini berisi 2451 anggota, terdiri dari seorang bidan, kader PKK dan kader Keluarga Berencana (KB). Ribuan TPK itu disebar di 271 desa, masing-masing desa diisi 3 personel.
“TPK ini dibentuk untuk menekan kasus stunting, ” tutur Kepala Dinas KB-PPPA Kabupaten Bangkalan, Amina Rachmawati. Selasa, 9 Agustus 2022.
Amina bilang, peran TPK memberikan pendampingan terhadap keluarga yang terpapar stunting.
“Tentu bisa melalui program posyandu dan sebagainya, ” kata dia.
Amina mengatakan tidak ada gaji khusus untuk anggota TPK. Jika nantinya ada insentif, hal itu bisa diambil setelah melaksanakan tugasnya dengan baik.
“Mereka bisa klaim kegiatan mereka setelah melakukan tugasnya, ” ujar dia.
Kata Amina, data stunting di Bangkalan mencapai 38,9 persen. Artinya, lanjut dia, kasusnya masih tinggi.
“Ini yang perlu diturunkan. Pemerintah kan targetnya 14 persen, kita menuju 22 persen dulu,” tegas dia.
Upaya pengentasan stunting kata Amina kini melibatkan sejumlah lembaga, tidak hanya tertumpu pada Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Sekarang ini unsur TNI-Polri juga akan dilibatkan, ” tutup dia.
abdi







