
Penanews.id, Bangkalan- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur meminta masyarakat tetap mewaspadai bahaya penyakit Demam Berdarah (DBD).
Meski tren kasusnya sepanjang triwulan pertama tahun 2022 cendrung menurun, Dinkes tetap meminta masyarakat menerapkan pemberantasan sarang nyamun (PSN) dengan cara menguras, menutup dan mendaur ulang (3 M) mbak mandi.
“Walaupun tidak ada kasus, tetap harus meningkatkan kewaspadaan dengan aktif,” pinta Kepala Dinkes Bangkalan melalui Kasi Pencegahan Penyakit, Maryamah, kepada Penanews.id. Senin, 28 Maret 2022.
Maryamah mengatakan, terhitung bulan Januari- Maret 2022 kasus DBD di Kabupaten Bangkalan mencapai 86 kasus. Rinciannya: Januari 65 kasus, Februari 17 Kasus dan Maret 4 kasus.
“Total kasusnya triwulan ini ada 86 kasus. Alhamdulillah bulan ini turun drastis. Semoga kita sehat semua,” harap dia.
Penerapan PSN dengan langkah 3 M, Maryamah mengatakan sebagai langkah awal pencegahan awal agar tidak terserang penyakit yang disebabkan oleh nyamuk itu.
“PNS dengan 3 M itu kalau aktif melakukan insyaalah tidak terserang DBD,” ujar dia.
Jika ada warga atau masyarakat yang menunjukan tanda- tanda terkena DBD, Ia menghimbau agar segera memeriksakan diri ke pusat kesehatan terdekat.
“Kalau ada tanda- tanda DBd, segera berobat ke puskesmas terdekat, agar mendapat penanganan medis dengan baik,” tutup dia.
Abdi







