• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Kamis, 4 Juni 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Jatim

Belum Setahun, Warga Kampung Miliarder Tuban Ada Yang Jatuh Miskin

  • Kamis, 27 Januari 2022 11:01
FacebookTwitterWhatsApp

Baca Juga:

Sindir Perangkat Desa di Facebook, Kakek Salmo Dilaporkan ke Polres

Risma Marah Lagi: Bansos Tiga Bulan Hanya Dicairkan Dua Bulan



Penanews.id, JATIM – Pada Februari 2021, mayoritas warga Sumurgeneng, Jenu, Tuban, Jawa Timur, mendadak jadi miliarder setelah menjual tanahnya ke PT Pertamina untuk dibangun kilang.

Mereka sempat bikin heboh media sosial karena memborong mobil dan dikirim bersamaan oleh dealer ke desanya.

Dilansir kompas.com, tak sampai setahun beberapa warga jatuh miskin karena tidak ada lagi sumber penghasilan yang mereka bisa dapatkan sebagaimana mana saat mereka bisa menggarap lahan pertaniannya.

Adanya fenomena itu, Pakar Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan UGM Hempri Suyatna menilai fenomena munculnya warga kampung miliarder Tuban yang tiba-tiba menjadi jatuh miskin menunjukkan adanya fenomena culture shock atau gegar budaya yang tidak dapat dikelola dengan baik.

Menurut dia, masyarakat tidak siap menghadapi proses perubahan yang terjadi dan sayangnya tidak ada pendampingan dari pemerintah atau perusahaan di dalam mengelola uang ganti rugi tersebut.

“Budaya konsumtif dan budaya instan yang ada di masyarakat seringkali menyebabkan masyarakat tidak berpikir untuk jangka panjang,” kata dia melansir laman UGM, Rabu (26/1/2022).

Dia menegaskan, fenomena warga kampung miliarder Tuban yang jatuh miskin ini tidak hanya akan terjadi di sana saja.

Akan tetapi, perlu diantisipasi untuk daerah-daerah lain yang mengalami ganti rugi lahan sebagai dampak dari proyek pembangunan.

Selama ini, banyak kasus yang terjadi kompensasi ganti rugi lahan dianggap cukup selesai, ketika masyarakat sudah menerima uang sebagai kompensasi tersebut.


Dengan tidak adanya arah dari pemerintah terkait penggunaan dana kompensasi ganti rugi lahan, maka masyarakat akan menggunakan dana itu secara konsumtif, seperti beli mobil, rumah, dan sebagainya.

“Kalaupun membuka usaha seringkali kecenderungan hampir sama, seperti membuka warung kelontong atau usaha dagang. Padahal, masyarakat tidak memiliki bekal untuk itu sehingga mereka mengalami kegagalan di dalam merintis usaha,” tegas dia.

Mengantisipasi terulangnya warga kampung miliarder di Tuban, dia berpendapat sebaiknya perusahaan membantu masyarakat terdampak ini untuk tetap bisa bertahan.

Bisa saja, sebut dia, dilakukan dengan pemberian keterampilan yang dapat mendorong masyarakat untuk merintis UMKM.

Kasus warga kampung miliarder di Tuban ini seharusnya bisa menjadi pelajaran untuk ke depannya.

Sebab, kasus-kasus pembebasan lahan baik yang dilakukan pemerintah maupun perusahaan harus memperhatikan dampak jangka panjang.

“Jangan sampai proyek-proyek pembangunan justru memarginalisasikan masyarakat kecil, dengan munculnya masyarakat miskin dan pengangguran,” ungkap dia.

EMbe


Tags: Dulu miliarder kini miskinKabupaten TubanKampung miliarder tubanKilang tuban
200
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

HUT TNI ke-80, Arsenal Batuporon Ajak Warga Bersih Pantai dan Jaga Area Vital

HUT TNI ke-80, Arsenal Batuporon Ajak Warga Bersih Pantai dan Jaga Area Vital

8 bulan yang lalu
129
Marching Band Al-Amien Prenduan, Raih Juara Umum di Kompetisi Nasional GMBC 2025

Marching Band Al-Amien Prenduan, Raih Juara Umum di Kompetisi Nasional GMBC 2025

9 bulan yang lalu
108
PORSENIJAR Zona 3, PGRI Bangkalan Tampil Perdana Langsung Torehkan Prestasi

PORSENIJAR Zona 3, PGRI Bangkalan Tampil Perdana Langsung Torehkan Prestasi

9 bulan yang lalu
70
Demokrat Bangkalan Peringati Harlah ke-24 dengan Virtual Meeting dan Aksi Sosial

Demokrat Bangkalan Peringati Harlah ke-24 dengan Virtual Meeting dan Aksi Sosial

9 bulan yang lalu
52
Petronas Diultimatum Nelayan: Bayar Ganti Rugi atau Angkat Kaki

Petronas Diultimatum Nelayan: Bayar Ganti Rugi atau Angkat Kaki

10 bulan yang lalu
55
GSN Bantah Ada Pungutan Bantuan Becak Listrik Presiden di Bangkalan

GSN Bantah Ada Pungutan Bantuan Becak Listrik Presiden di Bangkalan

11 bulan yang lalu
111
Berikutnya
Tips Check In Hotel: Cobalah Datang Telat

Tips Check In Hotel: Cobalah Datang Telat

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.