Baca Juga:

Penanews.id, CIANJUR – Muhammad Dimas Ramadan mantap merantau. Dari Semarang ke Banda Aceh. Sampai di sana dia akan langsung bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah 150 ribu per hari.
Setiba di Aceh Dimas langsung bekerja. Tapi ketika proyek selesai, masalah muncul. Ia tak kunjung mendapatkan upahnya. Lama ditunggu, ternyata upahnya telah dibayar tapi kemudian dibawa kabur oleh mandor.
Tak punya saudara atau kenalan di Aceh. Dimas memutuskan pulang ke Semarang. Tanpa uang ia pulang berjalan kaki dimulai sejak Juli 2021.
Menurut peta digital, jarak Aceh -Semarang sejauh 2500 kilometer. Dimas menghabiskan 115 hari untuk sampai ke Cianjur dan kemudian ditolong seorang polisi. Si polisi kemudian membawa Dimas ke Dinas Sosial yang kemudian membantunya agar bisa sampai ke Semarang.
Selama berjalan kaki itu, Dimas menyebut jalur Jambi menuju Lampung adalah rute yang paling berat karena harus melewati hutan belantara.
Dia pun mendapat surat khusus agar bisa naik kapal gratis di Pelabuhan Bakauheni sehingga bisa menyeberang ke Pulau Jawa.
“Di tiap kota yang saya singgahi, saya mengamen di pasar untuk mendapatkan uang,” Tutur Dimas dikutip dari Indozone.
Kisah harus Dimas ini pun viral setelah diunggah sebuah akun di instagram. Cerita Dimas ini mengundang simpati dari warganet. Mereka mendoakan Dimas mendapatkan rezeki yang lebih baik.
“ Gue yang nyesek bacanya. Semoga diganti rezekinya yang lebih banyak dan dapat kerjaan lagi yang lebih baik. Aamiin,” tulis @feby_fahira21.
EMbe







