
Penanews.id, SAMPANG – Kapal TB Mitra Jaya XIX yang karam akibat kecelakaan dengan KM Tanto Bersinar di sekitar Karangjamuang antara Gresik-Surabaya, Jawa Timur pada bulan Januari silam telah dievakuasi pada Kamis 14 Oktober 2021 lalu di perairan Ketapang kabupaten Sampang.
Evakuasi tersebut melibatkan Timsar Ditpolairud, DVI Polda Jatim, Puskesmas Ketapang dan PMI kabupaten Sampang.
Saat evakuasi, tim menemukan tulang belulang manusia diduga adalah anak buah kapal (ABK) yang hilang saat terjadi insiden memilukan itu.
Saat dikonfirmasi, salah satu anggota PMI Kabupaten Sampang Imam membenarkan tentang penemuan dua tulang kerangka manusia diduga korban tenggelamnya kapal TB Mitra Jaya tersebut.
Setelah berhasil di evakuasi, tulang belulang tersebut dibawa ke RSUD dr. Muhammad zyn Sampang dengan ambulance milik PMI Kecamatan Ketapang.
“Iya, ada dua tulang manusia. Langsung dibawah ke RSUD untuk diidentifikasi,”Katanya, Jum’at (15/10/2021).
Hal tersebut juga diamini oleh Kasat Polairud Sampang Iptu Catur Rahardjo, SH.
“Saat evakuasi kita menemukan tulang belulang, kemungkinan ABK yang hilang,”Ucapnya.
Namun, Catur tidak bisa memastikan terkait penemuan tulang tersebut karena masih harus menunggu hasil lab oleh Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.
“Kita tidak tahu identitasnya, karena yang belum ditemukan ada 4 Orang. Jadi, skr kita nunggu hasil identifikasi,”Imbuh Catur.
Lebih lanjut Catur menerangkan, proses identifikasi tersebut untuk memastikan identitas terkait penemuan tulang belulang itu.
Pihaknya menambahkan, hasilnya akan cepat diketahui bilamana sampel deoksiribonukleat acid (DNA) yang disediakan cocok dengan tulang belulang itu. Tapi, akan lama apabila sampelnya tidak cocok.
“Perkiraan hasilnya keluar tergantung kepada kecocokan objek identifikasi dengan sampel yang kita siapkan.”Pungkasnya.
YON






