
Penanews.id, SAMPANG – Bupati Sampang H Slamet Junaidi dan Wakilnya H Abdullah Hidayat didampingi Kepala Dinas PUPR Moh Zis meninjau titik lokasi pembangunan jalan lingkar selatan (JLS), Kamis (7/10/2021) siang.
Slamet Junaidi ingin pembangunan tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Sebab, pembangunan jalur ini ditargetkan selesai pada tahun 2022 mendatang.
Pantauan dilokasi, bupati meninjau lokasi ruas jalan dimulai dari Kampung Kesinih Kelurahan Karang Dalam, hingga tembus ke Kampung Kaseran Desa Pangongsean.
Dengan menaiki mobil Offroad, Slamet Junaidi dan Abdullah Hidayat beserta rombongan menyisir jalanan yang terjal dan menantang. Sesekali Haji Idi sapaan akrab Slamet Junaidi berhenti pada tiap titik akses jalan.
Hal penting yang ditekankan Haji Idi sebelum pembangunan jalan lingkar kota sisi selatan itu ialah infrastruktur yang kuat karena jalur tersebut akan dilewati kendaraan truk bertonase berat.
“Pembangunan JLS dimulai tahun ini dan peruntukannya untuk kendaraan berat, tujuan utama yakni mengurangi beban jalan kendaraan berat yang masuk ke jantung kota,” kata Slamet Junaidi.
Mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, jalan lingkar selatan akan dibangun sepanjang 7,4 kilometer membentang ke arah barat laut. Sedangkan lebar jalan 12 meter dan akan dibangun jembatan serta jembatan layang yang berada disisi Patarongan.
“Jadi nanti di depan itu ada jalan menanjak yang langsung tembus ke jalur poros nasional,” tuturnya.
Bupati mengatakan, pembangun JLS melintasi tiga desa dan satu kelurahan, meliputi Desa Aeng Sareh, Kampung Kesenih Kelurahan Karang Dalam Kota Sampang, Desa Patarongan, Kampung Kaseran Desa Pangongsean Kecamatan Torjun.
Adapun kebutuhan anggaran pembangunan JLS sebesar Rp 204,5 miliar yang bersumber dari dana pinjaman modal pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dana tersebut dicairkan secara multi years contract (MYC).
“Target kami pembangunan jalan lingkar selatan selesai tahun 2022,” ucap Politisi Partai NasDem itu.
Slamet Junaidi bercerita bahwa pembangunan JLS dicanangkan sejak tahun 2007 silam dan mulai menyusun Detail Engineering Design (DED) di tahun 2012. Kemudian, berlanjut pada tahun 2020 dengan menyelesaikan pembebasan lahan.
“Tentu kita berkomitmen membangun program pengembangan wilayah perkotaan, sehingga diharapkan membawa dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat,” tandasnya.
Har







