
Penanews.id, BANGKALAN- Air hujan belakangan tampaknya mulai tidak membasahi sejumlah wilayah di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Jika tak turunnya hujan itu terus terjadi, biasanya ratusan desa bakal mengalami kekeringan ringan, sedang hingga kritis.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Rizal Morris mengatakan, BPBD telah memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi alami kekeringan.
Berdasarkan rapat koordinasi (rakor) pada bulan Mei lalu, berbarengan dengan rakor penanganan Covid 19 yang kasusnya terus mengalami peningkatan, BPBD kata dia, memprediksi ada belasan kecamatan akan ditimpa kekeringan.
“Kita memprediksi ada 14 kecamatan yang akan mengalami kekeringan, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya,” tutur dia Kepada Penanews.id saat ditemui di pendopo Agung, Bangkalan Kota, Kamis, 22 Juli 2021.
Meski telah memprediksi belasan kecamatan yang bakal mengalami kekeringan, Rizal mengaku belum merinci secara detail desa mana saja yang akan kekeringan.
“Jumlah desa fiks nya belum. Cuma ini sudah ada beberapa camat yang melaporkan dari awal. Kemudian camat camat yang masih belum masuk laporannya. Mungkin Karena dua minggu terakhir masih ada hujan,” ujar dia.
Rizal mengatakan musim kekeringan pada tahun 2021 ini mundur dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal itu kata Rizal berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Menurut BMKG memang mundur, untuk kekeringan di beberapa wilayah mundur dari tahun sebelumnya,” ucap dia.
Pihaknya kata Rizal akan mengecek kembali daerah mana saja yang berpotensi alami kekeringan. Jika puncak musim kemarau telah tiba, para camat akan melapor.
“Melapor lebih awal sangat baik. Perinsip kami lebih cepat lebih baik. Sekarang camat mungkin masih fokus terhadap penangan Covid, intinya untuk kekeringn kita siap,” tegasnya.
Ditanya soal ketersediaan anggaran menghadapi musim kemarau ini, Rizal menyebut telah menyiapkan anggaran mendekati angka Rp 150 juta.
“Memang ada recofusing, tetapi untuk kekeringan kita minta kepada tim anggaran agar tetap diatensi. Khawatir terjadi kemarau betul, kalau gak punya anggaran kasian masyarakat. Sampai saat ini belum ada permintaan dropping air,” tutupnya.
Abdi


