
Penanews.id, SUMENEP – Ditengah perekonomian masyarakat terus melesu akibat dampak wabah Covid-19, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumenep, Madura mengeluarkan kebijakan penutupan pasar hewan.
Langkah tersebut dinilai sebagian langkah kongkrit untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang selama ini terus meningkat. Penutupan dilakukan karena dinulai mengindang kerumunan. Kebijakan tersebut diberlakukan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yakni hingga, Selasa, (20/07/2021).
Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya mengatakan, penutupan pasar hewan dilakukan sebagai untuk mempersempit ruang gerak penyebaran Covid-19. Karena pasar hewan mengundang kerumunan antara pedagang dengan pembeli.
Selain itu, juga sebagai kesiapsiagaan melindungi keamanan dan kesehatan masyarakat dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Kami bersama Forkopimda Kabupaten Sumenep akan terus melakukan kordinasi dan kerjasama yang kompak untuk memutus matarantai penyebaran Covid-19 ini di Kabupaten Sumenep. Maka dari itu semua pasar hewan yang ada di Kabupaten Sumenep untuk sementara ditutup karena mengundang kerumunan massa,” katanya.
Selama PPKM Darurat pihaknya bersama Forkopimda Sumenep terus gencarkan operasi dan akan melakukan pembubaran yang mengundang kerumunan. “Apapun itu, jika mengundang sebuah kerumunan massa maka kami akan membubarkan dan akan kami tutup sementara, seperti pasar hewan yang ada di Kabupaten Sumenep,” tegas dia.
Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar masyarakat melakukan transaksi jual beli melalui online maupun dilakukan secara personal, sehingga tidak terjadi kerumunan massa. “Walaupun pasar Hewan ditutup kan masih bisa jualan secara personal melalui online atau telepon,” ucapnya.
Lebih lanjut Rahman menegaskan, kebijakan itu dilakukan demi keselamatan masyarakat dari penularan Covid-19. “Kebijakan ini dalam rangka mengendalikan laju penyebaran Covid-19 di Sumenep agar tidak semakin efektif penyebarannya,” jelas dia.
Oleh karenanya kata Rahman semua pedagang untuk menerima dengan lapang dada atas kebijakan tersebut. Sebab, menurutnya tidak mungkin pemerintah Kabupaten Sumenep ingin membuat masyarakat semakik terpuruk dari perekonomian, melainkan demi kesehatan dan keselamatan bersama.
“Tidak mungkin Lemerintah Kabupaten Sumenep tidak sayang dengan rakyatnya. Semuanya hanya demi keselamatan dan kesehatan bersama dalam memerangi wabah Covid-19 ini. Untuk saya mengajak kepada masyarakat Kabupaten Sumenep untuk tetap satu barisan dalam mendukung program pemerintah selama masa pandemi ini,” harap dia.
jnd







