
Penanews.id, GARUT – Beredar video seorang tenaga kesehatan dipukul seseorang berjaket hitam. Si pemukul diduga keluarga pasien covid-19.
Dilansir Tirto.id, Kasus kekerasan terhadap nakes ini terjadi di Puskesmas Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Rabu (23/6/2021) malam. Perawat itu seorang tenaga honorer berusia 25 tahun.
Peristiwa itu bermula saat seorang warga yang telah dinyatakan reaktif hasil tes antigen datang ke puskesmas tersebut.
“Pasien reaktif sudah diswab dua hari yang lalu, isolasi mandiri di rumah kemudian ada keluhan mau dijemput tim puskesmas, tapi keburu datang sendiri,” kata Kepala Puskesmas Pameungpeuk Tuti Sutiah.
Karena perawat tahu bahwa pasien yang datang telah dinyatakan reaktif COVID-19, ia bergegas mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap sebelum sang pasien masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Namun setelah selesai mengenakan APD dan hendak membaringkan pasien di tempat tidur ia tiba-tiba dipukul oleh salah seorang anggota keluarga pasien.
“[Pemukulan] itu mungkin karena perawatnya lagi pakai baju APD terus menurut keluarga pasien itu lama pakai bajunya. Padahal itu kelihatan kan pakai bajunya juga susah dan harus dibantu temannya. Tapi [keluarga] tidak terima,” ujar Tuti.
EMBE
Baca selengkapnya di artikel “Kekerasan Pada Nakes yang Terus Berulang Saat Pandemi COVID-19”, https://tirto.id/gheB







