• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Minggu, 31 Mei 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nusantara

Guru Besar USU Dilaporkan Kerena Cuitan “AHY & SBY Bodoh”

  • Senin, 18 Januari 2021 08:48
FacebookTwitterWhatsApp
foto: tribunnews.com

penanews.id, SUMUT– Dosen dari Universitas Sumatera Utara (USU) Yusuf Leonard Henuk (YLH) dilaporkan ke Polda Sumatera Utara karena dituduh mencemarkan nama baik mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ia dilaporkan oleh salah seorang kader Partai Demokrat bernama Subanto, Rabu (13/1/2021) lalu.

Baca Juga:

Demokrat Bangkalan Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Nobar Pidato Politik AHY

Ke Bazar Takjil di Bangkalan, AHY Beli Kue Pukis Favoritnya

Semua berawal dari cuitan si dosen di Twitter dengan nama @ProfYLH pada 10 Januari yang mengkritik ucapan SBY. Dua hari sebelumnya, 8 Januari, SBY mewanti-wanti agar pemerintah berhati-hati sehingga tidak salah hitung soal vaksin.

Kata dia, jika salah, negara bisa chaos. Menurut Yusuf, SBY bodoh karena mempersoalkan anggaran vaksin.

“Kau sok pintar mau ajari Jokowi & Sri Mulyani. Malulah kau!” kata dia.

Yusuf juga menyebut malah banyak chaos terjadi pada masa pemerintah SBY, salah satunya kasus Bank Century.

Yusuf terus mengkritik SBY pada hari itu, termasuk ketika mengatakan kepada masyarakat Indonesia agar tidak terlalu terlena dengan vaksin COVID-19. SBY bilang vaksinasi belum tentu bisa bikin pandemi hilang.

Ia menganggap SBY seperti FPI, organisasi yang katanya dibesarkan oleh SBY dan dibubarkan Jokowi.

“Jadi terbukti kau memang munafik sekali,” kata dia.

Yusuf juga menyerang AHY—anak SBY sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat.

Saat pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, AHY menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa.

Ia mengatakan bencana jatuhnya pesawat itu merupakan peringatan bagi pemerintah. Pada 12 Januari, Yusuf bilang ucapan AHY itu bodoh.

Kata dia, dalam sejarah kejatuhan pesawat di Indonesia, tak ada faktor “kesalahan pemerintah”.

“Maaf kau bodoh turunan, belajar lagi AHY!” kata dia.

Bersamaan dengan itu dia diserang balik oleh beberapa kader Partai Demokrat. Yusuf lalu mengaku sudah siap jika sudah saat berperkara hukum karenanya.

“Bagi YLH, luruskan pernyataan salah agar masyarakat dicerahkan, walau risiko berhadapan hukum,” kata dia.

Akhirnya, keesokan harinya, 13 Januari, Yusuf benar-benar dilaporkan ke Polda Sumut oleh salah satu kader Partai Demokrat di Medan bernama Subanto. Ia dituding melanggar Pasal 27 ayat 3 UU ITE . Yusuf mengaku akan mengajukan praperadilan atas pelaporan itu.

Besoknya, 14 Januari, Yusuf harus menandatangi kesepakatan dengan USU agar tidak membawa embel-embel kampus jika berurusan dengan kasus hukum di luar, menggunakan materai 6.000.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ossy Dermawan membenarkan pelaporan salah satu kadernya itu. Ia mengaku masih memantau perkembangan. Hingga Jumat (15/1/2021) sore, kata dia kepada wartawan Tirto, “belum ada respons [dari AHY].”

Kasus Yusuf bukan kali ini saja. Salah satunya, pada 2019 lalu, ia juga pernah dilaporkan ke polisi karena dianggap menghina gereja.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menilai perdebatan antara Yusuf dengan Partai Demokrat di media sosial dan berujung pemolisian merupakan hal yang dangkal.

“Sebuah kritik atas kritik, kan, merupakan hal yang wajar, berbeda dengan menghina. Kalau kritik, ya, dibalas dengan kritik lagi, jangan malah dipidanakan,” kata Ujang kepada reporter Tirto, Jumat.

Menurutnya juga, ribut-ribut antar kedua pihak sangat kekanak-kanakan, khususnya terkait jatuhnya pesawat.

“Perdebatan mereka malah menunjukkan tak ada simpati dan empati terhadap korban maupun keluarga korban yang kehilangan.”

Ujang menyarankan agar kedua belah pihak tak memperpanjang permasalahan, saling berdamai, dan menunjukkan sifat dewasa.

“Kalau ini terus dilanjutkan, malah akan menambah duka. Sriwijaya banyak yang meninggal, ini malah menambah kegaduhan di dunia maya,” pungkasnya.

Baca selengkapnya di artikel “Duduk Perkara Twit Dosen USU “AHY & SBY Bodoh” yang Berujung Pidana”, https://tirto.id/f9ht.

Tags: AHYSBYyusuf Leonar USU
20
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

PSHT Ranting Banyuates Gelar Tasyakuran Warga Baru

11 bulan yang lalu
84
Diduga Kelelahan, Warga Surabaya  Hantam Fuso yang Sedang Parkir

Diduga Kelelahan, Warga Surabaya Hantam Fuso yang Sedang Parkir

1 tahun yang lalu
54
Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

Kepala Daerah Wajib Hadiri Pelantikan Serentak di Jakarta, Biaya Ditanggung Pemda

1 tahun yang lalu
71
Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

Bidan Teladan ‘Dihadiahi” Motor, Hadiah Ditarik Lagi Seusai Upacara

1 tahun yang lalu
53
Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

Tim Pemenangan Paslon ManFaat, Salurkan Bantuan Air Bersih Serentak di 4 Kecamatan

2 tahun yang lalu
103
Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

Nonton Konser Musik di Bangkalan, Puluhan Orang Kecopetan Handphone

2 tahun yang lalu
59
Berikutnya
Istri Artis Ini Mengalami Pelecehan Eksibisionis, Begini Modusnya…

Istri Artis Ini Mengalami Pelecehan Eksibisionis, Begini Modusnya...

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.