Penanews.id, Bangkalan- Musim kemarau telah melanda Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron hari ini, Senin 31 Agustus 2020 mengumumkan Bangkalan berstatus darurat tanggap kekeringan.
Menurut Ra Latif, sebanyak 13 Kecamatan dan 85 Desa terdampak kekeringan. Kondisi itu menurut dia diambil langkah melakukan droping air bersih ke sejumlah daerah yang mengalami kekeringan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Rizal Morriz menyampaikan, ada pergeseran siklus tahun ini. Jika tahun lalu proses droping air dilakukan pertengahan juli, namun kali ini di akhir Agustus.
“Tapi BMKG tahun ini siklus kemarau masuk akhir agustus,” kata Rizal kepada sejumlah media. Senin, 31 Agustus 2020 di Pendopo Agung Bangkalan.
Pihaknya kata Rizal pada Jumat, 28 Agustus 2020 telah menerima laporan bahwa di Kecamatan Kokop dan Tanah Merah tepah terdampak kekeringan.
“Hari ini kita droping air itu,” ujarnya.
Menurut Rizal, Anggaran yang disediakan Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang melekat di BPBD untuk kegiatan droping air sejumlah Rp 100 juta.
“100 juta setelah proses recofusing,” tuturnya.
Abdi








