• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Senin, 4 Mei 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nasional

Penyair Sapardi Djoko Damono Wafat, Hujan Pun Turun di Bulan Juni

  • Minggu, 19 Juli 2020 17:13
FacebookTwitterWhatsApp
Sapardi Djoko damono

Penanews.id, BANGKALAN – Sapardi Djoko Damono wafat hari ini 19 Juli 2020 dalam usia 80 tahun, di rumah sakit Eka Hospital BSD Tangerang. Dan tahun ini, hujan masih turun di bulan Juni, Bung.

14 Juni lalu, Endri Kurniati, Redaktur Tempo dan penulis buku “Kehidupan Kedua” mengunggah status di akun facebooknya: “Hujan Kepagian…. Alhamdulilah, Masih ada Hujan di Bulan Juni”.

Baca Juga:

. . .

Saya mengomentari status itu karena dengan mengingatkan bahwa Hujan Bulan Juni adalah salah satu antologi puisi Sapardi Djoko Damono.

Hujan Bulan Juni adalah karya paling terkenal penyair kelahiran Surakarta 1940. Dia menulis puisi yang diadaptasi ke dalam film pada 2012 itu, di rumah dinas dosen Universitas Indonesia pada 1989.

Dari jendela kamarnya ia memandang Situ Gintung, sebuah telaga di Tangerang Selatan yang tenang. Dan lahirlah  puisi yang bersahaja ini.

Bagi saya, Hujan Bulan Juni adalah kalimat satir, sebab di tahun 1989 itu, sangat jarang hujan turun di Bulan Juni yang merupakan bulan peralihan dari penghujan ke kemarau.

Tapi kini, 21 tahun setelah puisi itu dibuat Sapardi, jadwal musim telah menjadi kacau akibat perubahan iklim. Suhu bumi yang kian panas akibat emisi membuat bulan Juni selalu basah oleh rinai hujan. Petir pun bergemuruh di musim yang salah.

Meski hujan bulan Juni fenomenal, saya lebih suka membaca antologi perahu kertas karena kata-kata yang terbaca begitu bersahaja. Simak puisi berjudul “Tuan” ini.

Tuan Tuhan, bukan? Tunggu sebentar,
saya sedang ke luar.

EMBE

Tags: Hujan bulan JuniSapardi Djoko DamonoSapardi wafat
247
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

5 bulan yang lalu
20
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

5 bulan yang lalu
34
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

6 bulan yang lalu
36
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

6 bulan yang lalu
22
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

11 bulan yang lalu
58
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

12 bulan yang lalu
43
Berikutnya
Begini Cara Mahasiswa UTM dalam Membantu Masyarakat yang Terdampak Covid-19, Kunyit Asam, diolah Menjadi Jamu Herbal Penunjang Perekonomian Masyarakat

Begini Cara Mahasiswa UTM dalam Membantu Masyarakat yang Terdampak Covid-19, Kunyit Asam, diolah Menjadi Jamu Herbal Penunjang Perekonomian Masyarakat

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.