
Penanews.id, SURABAYA – Tim Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur kebobolan. Senin, 6 April lalu, Pesantren Al-Falah, Magetan, memulangkan santrinya. 200 diantaranya berasal dari Malaysia.
saat pemulangan itu, Pemkab Magetan hanya memeriksa para santri itu dengan pemeriksaan standar tanpa rapid tes karena persediaan alat itu terbatas.
Akibatnya pun fatal, setiba di Malaysia, 43 santri itu dinyatakan positif corona.
“Para santri memang tidak di rapid tes karena alatnya terbatas,” kata Bupati Magetan Suprawoto, saat video conference bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Menurut Suprawoto, saat ini pemkab masih menunggu suplay rapid tes. sebab masih ada 227 santri asal Malaysia bertahan di Pesantren Al-Falah Tambero menunggu giliran pulang.
“Mereka tak diperbolehkan pulang, sebelum dinyatakan negatif,” ujar dia.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sendiri memastikan telah mengirimkan 1000 rapid tes ke Magetan sesuai permohonan bupati Magetan. ,
“Bila perlu tim medis, kami siap untuk mengirim ke Ponpes Al-Fatah Temboro,” ungkap Khofifah. EMBE







