• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Rabu, 10 Juni 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Olahraga

Penyebab Man City Dilarang Tampil Dua Musim di Kompetisi Eropa

  • Senin, 17 Februari 2020 07:00
FacebookTwitterWhatsApp
Pep Guardiola

penanews.id, JAKARTA – Ini kabar buruk bagi fans klub Liga Inggris Manchester City. UEFA, federasi sepak bola Eropa, mengumumkan bahwa the citizen dijatuhi larangan tampil dua musim di semua kompetisi Eropa.

Lewat pengumuman gawat pada Sabtu (15/2) lalu itu. Tim yang di arsiteki Pep Guardiola itu tak bisa mengikuti piala dunia antarklub dan tentu juga Liga Champion.

Baca Juga:

Geser Coca-Cola Lagi, UEFA Ancam Sanksi Peserta Piala Eropa

Ibarat ungkapan sudah jatuh tertimpa tangga. Man city juga didenda sebesar 30 juta euro atau sekitar Rp 449 miliar.

Padahal, versi majalah Forbes, Manchester City diperkirakan menjadi tim sepak bola paling berharga kelima di dunia. Dengan valuasi mencapai US$ 2,7 miliar atau Rp 37 triliun.

Klub ini dimiliki oleh City Football Group, perusahaan induk dari Abu Dhabi United Group, milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Wakil Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) itu diperkirakan memiliki kekayaan US$ 22 miliar atau Rp 299 triliun. Sheikh Mansour juga merupakan saudara tiri Presiden UEA Khalifa bin Zayed Al Nahyan.

Sheikh Mansour membeli Man City pada 2008 dengan harga £ 210 juta yang dilaporkan, atau sekitar $ 273 juta atau Rp 3,7 triliun berdasarkan nilai tukar saat ini. Secara total, Mansour telah menginvestasikan lebih dari US$ 1,7 miliar ke klub atau Rp 23,12 triliun, menurut Guardian.

Manchester City secara konsisten menjadi salah satu klub paling boros di Inggris. Ratusan juta dolar mereka gelontorkan untuk membeli pemain-pemain papan atas pada tiap jendela transfer. Manajer City, Pep Guardiola tercatat sebagai pelatih bergaji tertinggi di dunia dengan kontrak sebesar US$ 25 juta atau Rp 340 miliar per tahun.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyatakan bahwa permak laporan keuangan City telah melanggar aturan keadilan finansial atau Financial Fair Play (FFP). Dalam keterangan resminya, UEFA menyebut City tak mampu menutupi kerugian dan melebih-lebihkan angka pendapatan sponsor pada periode 2012-2016.

Keputusan ini menandai akhir penyelidikan panjang terhadap keuangan City. Kasus ini telah bergulir sejak tahun 2014, saat City didenda sebesar £  60 juta atau senilai Rp 1,1 triliun atas cacat dalam laporan keuangannya.

Pengadilan masuk ke babak baru setelah munculnya dokumen Football Leaks yang dimuat di surat kabar Jerman, Der Spiegel, pada November 2018 silam. Berikut adalah linimasa atau kronologi kasus FFP Manchester City berdasarkan rangkuman beIN sports pada Sabtu (15/2):

Der Spiegel menerbitkan sejumlah artikel yang mengklaim bahwa juara bertahan liga Inggris itu secara terang-terangan melanggar aturan FFP.

Media Jerman tersebut memperoleh informasi dari narasumber Football Leaks dan mengklaim bahwa City melakukan kesepakatan sponsor senilai jutaan poundsterling dengan perusahaan-perusahaan Abu Dhabi, yang dimiliki oleh Sheikh Mansour.

Salah satu yang paling menonjol adalah perihal kerjasama sponsor antara City dan Etihad. City melaporkan kesepakatan tersebut bernilai £  60 juta. Belakangan diketahui bahwa dari jumlah tersebut, £ 59,5 juta diduga hanya dari kantong Sheikh Mansour seorang. Sedangkan, UEFA membatasi uang yang boleh diterima klub dari sang pemilik.  

Peraturan FFP disahkan oleh Komite Eksekutif UEFA pada 1 Juni 2011 dan mulai diterapkan pada musim 2013/2014 untuk melindungi keuangan klub-klub di Eropa. Intinya, jumlah uang yang dikeluarkan termasuk untuk gaji dan beli pemain tidak boleh melebihi pendapatan klub. (EMBE)

Tags: Sanksi uefa ke man cityUEFA
67
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

6 bulan yang lalu
27
Kwarcab Bangkalan Lepas Kontingen Pramuka Garuda ke Perkemahan Kwarda Jatim di Coban Talun

Kwarcab Bangkalan Lepas Kontingen Pramuka Garuda ke Perkemahan Kwarda Jatim di Coban Talun

8 bulan yang lalu
110
Kompetisi Sepak Bola U-12 Bupati Cup 2025 Digelar di Bangkalan

Kompetisi Sepak Bola U-12 Bupati Cup 2025 Digelar di Bangkalan

8 bulan yang lalu
37
Agus Kurniawan Terpilih Aklamasi, Bawa Semangat Baru untuk Kebangkitan IPSI Bangkalan

Agus Kurniawan Terpilih Aklamasi, Bawa Semangat Baru untuk Kebangkitan IPSI Bangkalan

9 bulan yang lalu
100
Perseba Bangkalan Tahan Imbang Gersik United FC dengan Skor 1-1

Perseba Bangkalan Tahan Imbang Gersik United FC dengan Skor 1-1

9 bulan yang lalu
60
Rayakan HUT RI ke-80, Pemdes Pengeleyan Gelar Aneka Lomba Meriah dengan Doorprize Menarik

Rayakan HUT RI ke-80, Pemdes Pengeleyan Gelar Aneka Lomba Meriah dengan Doorprize Menarik

10 bulan yang lalu
83
Berikutnya
Penyusunan Omnibus Law Tak Libatkan Buruh

Penyusunan Omnibus Law Tak Libatkan Buruh

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.