Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Senin, 21 September 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Remaja Tewas Diserang Saat Sahur, Netizen: Jadi Takut Kuliah di Jogja

TwitterFacebookWhatsApp

Baca Juga:

No Content Available
Ilustrasi klitih: suara merdeka



Penanews.id, JOGJAKARTA – Daffa Adzin Albasith (17), siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, harus meregang nyawa akibat kenakalan remaja. Ia meninggal akibat serangan teror jalanan klitih di bilangan Gedongkuning, Kota Yogyakarta, Minggu lalu (3/4).

Peristiwa itu terjadi ketika korban sedang keluar kos untuk mencari makan sahur bersama enam temannya. Teman korban mengaku tak mengenal para pelaku.

Menurut kronologi polisi, korban bersama enam temannya makan di sebuah warung di Gedongkuning pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat makan, lima pelaku yang menaiki dua motor sengaja menarik gas motornya dekat rombongan korban.

Aksi cari ribut itu direspons korban dan teman-temannya. Menggunakan empat motor, korban dkk. langsung mengejar rombongan pelaku.

Pelaku rupanya telah menunggu korban dan teman-teman. Saat bertemu, pelaku langsung menyerang dari atas motor, dengan cara mengibaskan gir. Gir itu menghantam kepala Daffa. Menurut saksi mata, pukulan itu menjatuhkan Daffa hingga terseret sejauh 20 meter. 

“Korban berada di motor kedua, posisi dibonceng di belakang karena yang membonceng (joki) mengelak kena ke mukanya korban. Sehingga korban mengalami luka di mukanya akibat kekerasan benda tajam yang diduga berdasarkan keterangan para saksi itu menggunakan gir dan menggunakan tali,” ujar Dirreskrimum Polda DIY Kombes Ade Ary Syam Indradi, dilansir CNN Indonesia.

Usai kejadian itu, pelaku dan teman korban langsung kabur. Korban bersama temannya semotor kemudian bergerak ke arah timur, kemudian ditemukan oleh patroli Sabhara Polda DIY.

Ia sempat dibawa polisi ke RSPAU dr. S. Hardjolukito, namun akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 09.00 karena luka di kepala. Korban adalah putra Madkhan Anis, anggota DPRD Kebumen, Jawa Tengah.

Kejadian ini langsung membangkitkan trauma. Apalagi baru tiga bulan lalu teror klitih membuat tagar #YogyaDaruratKlitih menggema di media sosial. Respons ini tampak di balasan twit ini dan ini.

Salah satu twit di akun menfess bilang, “Jadi takut bangett kuliah di Jogja gara² kasus klitih yang ga selesai2. Mana guee juga daftar di jogjaa lagii. Ini gimanaa critanyaa terusann, serba salah jadinya. Ini ortu gue abis denger klitih pasti kepikiran ngasih izin gue buat kuliahhh.”

Polda DIY, setelah sorotan terhadap klitih kembali marak, meminta masyarakat tak lagi menggunakan istilah tersebut. Pasalnya, insiden yang menewaskan Daffa masuk kategori tawuran pelajar.

“Kata klitih ini mohon tidak kita gunakan lagi, karena ini sudah salah kaprah,” kata Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam, saat dikonfirmasi media pada 5 April 2022.

Dari pantauan Polda selama tiga bulan terakhir, korban serangan jalanan menggunakan senjata tajam ternyata tidak acak, alias semua terafiliasi dengan geng tertentu.

“Mohon untuk kasus-kasus kejahatan jalanan yang secara eksplisit kemarin lebih tepatnya tawuran sebenarnya. Analisis kami, korban kejahatan jalanan nggak acak. Terjadi ejek-ejekan, ketersinggungan, jadi. tawuran,” tandas Kombes Ade.

Gubernur DIY sekaligus raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengeluarkan respons normatif menanggapi klitih yang kembali memakan korban nyawa. Ia meminta polisi menangkap pelaku dan menyidangkannya, berapa pun umurnya.

“Ini perkara pidana ya karena sampai meninggal. Ya bagaimana penegak hukum bisa cari cara bagaimana dia diproses di pengadilan. Perkara dibebaskan itu yang membebaskan pengadilan, bukan lembaga lain,” ucap Sultan, dikutip Antara.

Sumber: vice.com


Tags: Geng motor jogjakartaKlitihKlitih jogjakartaTawuran geng motor jogjaTentang klitih
152
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

9 bulan ago
24
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

10 bulan ago
37
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

10 bulan ago
44
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

11 bulan ago
30
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

1 tahun ago
68
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

1 tahun ago
49
Next Post
Komisi II: Kades yang Dukung Wacana Tiga Periode Harus Disanksi

Komisi II: Kades yang Dukung Wacana Tiga Periode Harus Disanksi

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In