• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Rabu, 22 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Jatim

“Satu Mahasiswa, Satu Ibu Hamil” di Banyuwangi

  • Selasa, 12 November 2019 16:04
FacebookTwitterWhatsApp


Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas (foto: merdeka.com)

penanews.id, BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi tak pernah kehabisan ide untuk menyejahterakan warganya. Dan idenya selalu brilian. Seperti program yanh baru diluncurkan ini:  ‘Satu Mahasiswa, Satu Ibu Hamil’.

Baca Juga:

Anggaran Kemiskinan Rp 500 Triliun Habis Cuma Buat Studi Banding dan Rapat di Hotel

Program ini, kata Anas, untuk membantu memastikan kondisi kesehatan dan kecukupan gizi anak sejak dalam kandungan, agar anak-anak yang dilahirkan, kelak menjadi SDM yang unggul.

Teorinya pun jelas, menurut Anas, kunci SDM unggul bukan hanya lembaga pendidikan, tapi perhatian sejak hulu, yaitu sejak seorang ibu mengandung.
Sejak awal embrio, sampai dua tahun adalah window of opportunity, fase terpenting kehidupan manusia.

“Begitu ada keliru, bisa memengaruhi perkembangan anak selanjutnya,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa (12/11).

Agar program ini berhasil, Anas menggandeng sejumlah sekolah tinggi kesehatan. Ada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi, Akademi Kesehatan Rustida Banyuwangi, dan Universitas Airlangga kampus Banyuwangi.

Program yang diberi nama Aku Beraksi (Bersama Akademisi Selamatkan Ibu dan Bayi). ‘One Student One Client’, di mana satu mahasiswa jurusan kesehatan mendampingi satu ibu hamil. Juga akan berguna bagai mahasiswa karena bisa mengamallan ilmu tanpa menunggu lulus.

Selain memantau perkembangan kehamilan ibu, mahasiswa menjadi konselor gizi dan perilaku hidup sehat bagi ibu hamil hingga masa nifas dan selama menyusui hingga 2 tahun.

“Sasaran utama adalah ibu hamil dari keluarga tidak mampu. Pendataannya melalui Puskesmas. Ini sekaligus solusi ketersediaan petugas kesehatan, karena tenaga di Puskesmas kan terbatas,” jelas Anas.

Sumber: jatimnow

Tags: Azwar AnasBupati BanyuwangiHarkesnas banyuwangiPemkab Banyuwangi
43
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

HUT TNI ke-80, Arsenal Batuporon Ajak Warga Bersih Pantai dan Jaga Area Vital

HUT TNI ke-80, Arsenal Batuporon Ajak Warga Bersih Pantai dan Jaga Area Vital

7 bulan yang lalu
128
Marching Band Al-Amien Prenduan, Raih Juara Umum di Kompetisi Nasional GMBC 2025

Marching Band Al-Amien Prenduan, Raih Juara Umum di Kompetisi Nasional GMBC 2025

7 bulan yang lalu
106
PORSENIJAR Zona 3, PGRI Bangkalan Tampil Perdana Langsung Torehkan Prestasi

PORSENIJAR Zona 3, PGRI Bangkalan Tampil Perdana Langsung Torehkan Prestasi

7 bulan yang lalu
64
Demokrat Bangkalan Peringati Harlah ke-24 dengan Virtual Meeting dan Aksi Sosial

Demokrat Bangkalan Peringati Harlah ke-24 dengan Virtual Meeting dan Aksi Sosial

7 bulan yang lalu
49
Petronas Diultimatum Nelayan: Bayar Ganti Rugi atau Angkat Kaki

Petronas Diultimatum Nelayan: Bayar Ganti Rugi atau Angkat Kaki

8 bulan yang lalu
53
GSN Bantah Ada Pungutan Bantuan Becak Listrik Presiden di Bangkalan

GSN Bantah Ada Pungutan Bantuan Becak Listrik Presiden di Bangkalan

9 bulan yang lalu
106
Berikutnya
Muncul Aliran Sesat di Sulawesi: Bayar 700 ribu Bisa Bertemu Tuhan

Muncul Aliran Sesat di Sulawesi: Bayar 700 ribu Bisa Bertemu Tuhan

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.