Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Alasan Menteri Agama Sebut Kemenag Hadiah Khusus NU

TwitterFacebookWhatsApp
Sumber foto: Akun pribadi Facebook Gus Yaqut

Penanews.id, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, bicara tentang pesantren dan santri di Indonesia itu pasti terkait dengan Nahdlatul Ulama (NU). Dia berbagi pengalaman tentang perdebatan kecil di internal Kementerian Agama (Kemenag).

“Ketika mendisukusikan soal Kementerian Agama, saya berkeinginan mengubah tagline, atau logo Kementerian Agama. Tagline Kementerian Agama itu kan ikhlas beramal, saya bilang gak ada ikhlas ditulis itu, namanya ikhlas dalam hati, ya ini menunjukkan ndak ikhlas,” ujarnya di Webinar Internasional Peringatan Hari Santri 2021 yang diadakan RMI-PBNU, dikutip Republika di Jakarta, Ahad (24/10).

Baca Juga:

Jelang Pemilu, Gus Yaqut Sebut Ada Upaya Memecah Soliditas NU dan Ansor

Mau Bangun atau Renov Masjid, Begini Caranya Dapat Bantuan dari Kemenag

Menurut dia, bantuan ikhlas itu berarti ada seseorang minta potongan. Sehingga kelihatannya ingin membantu, melainkan minta potongan. Hal itu artinya tidak ikhlas beramal, sehingga tagline itu dianggap tidak bagus.

Kemudian, perdebatan berkembang menjadi sejarah asal usul Kemenag. Dia menyebut, salah satu staf di menyinggung sejarah jika berdirinya Kemenag merupakan hadiah pemerintah kepada umat Islam.

“Karena waktu itu perdebatan bergeser kementerian ini, harus menjadi kementerian semua agama, melindungi semua umat beragama. Ada yang tak setuju, kementerian ini harus Kementerian Agama Islam,” kata mantan wakil bupati Rembang itu.

Yaqut pun mengklarifikasi soal pernyataan Kemenag merupakan hadiah negara untuk umat Islam. Menurut eks ketua umum GP Ansor tersebut, tidak tepat Kemenag diperuntukkan bagi umat Islam.

“Saya bantah, bukan. Kementerian Agama itu hadiah negara untuk NU, bukan untuk umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU. Jadi wajar sekarang NU itu memanfaatkan banyak peluang yang ada di Kementerian Agama, karena hadiahnya untuk NU kenapa begitu?” kata Yaqut di acara yang dibuka Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin tersebut.

Dia pun menyinggung sejarah pencoretan tujuh kata di Piagam Jakarta. Menurut Yaqut, yang mengusulkan pencoretan itu adalah juru damai KH Wahab Hasbullah, yang merupakan salah satu pendiri NU. Dari usulan KH Wahab, kata dia, baru lahir Kemenag.

“Jadi wajar sekarang minta dirjen pesantren, banyak afirmasi pesantren, dan santri juga, jamiyah Nadhlatul Ulama. Wajar-wajar saja, tak ada yang salah,” kata politikus PKB tersebut.

Yaqut juga menyinggung, pengakuan dan perhatian pemerintah kepada pesantren sebenarnya belum cukup. Memang sudah ada dana abadi pesantren, meski begitu, ia menganggap jumlahnya tidak sebanding dengan apa yang dilakukan pesantren terhadap bangsa dan negara ini.

Sumber: republika

Tags: Hadiah khusus NUJakartaKemenag RIMenteri Agamamenteri agama Cholil Yaqut QoumasMenteri agama RINahdlatul UlamaNahdlatul ulama RI
70
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Pembangunan SDM Dimulai dari Pemenuhan Gizi

Pembangunan SDM Dimulai dari Pemenuhan Gizi

1 bulan ago
16
Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

10 bulan ago
24
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

11 bulan ago
37
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

11 bulan ago
49
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

12 bulan ago
32
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

1 tahun ago
68
Next Post
Rayakan Maulid Nabi, Mo Salah ‘dibid’ahkan’ Kelompok Salafi

Rayakan Maulid Nabi, Mo Salah 'dibid'ahkan' Kelompok Salafi

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In