
Foto: grid.id
Penanews.id, JOGJAKRTA- Minggu sore, 26 April 2021, Pak Bandiman sedang beristirahat usai salat asar di sekitar mesjid daerah Gayam, Yogyakarta.
Seorang wanita, kemudian menghampirinya dan meminta tolong untuk mengantarkan sesuatu yang disebutnya takjil.
Pak Bandiman sempat bilang agar order lewat aplikasi saja. Tapi wanita itu mengaku tidak punya aplikasi.
“Dia bilang tidak punya aplikasi, dan meminta mengirimkan paket takjil ke seseorang bernama Tomi di Villa Bukit Asri, Sembungan, Kasihan, Bantul,” kata Pak Bandiman yang bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Pak Bandiman mengiyakan setelah mereka sepakat dengan biayanya. Pak Bandiman pun mengantar paket ke alamat yang dimaksud tapi rumahnya sepi.
Pak Bandiman lalu menghubungi Tomi si pemilik rumah melalui telepon. Karena Tomi merasa tidak mengenal orang yang mengirimkan paket makanan itu, ia mempersilakan Pak Bandiman membawa pulang makanan itu untuk berbuka puasa.
Naba, anak Pak Bandiman yang berusia 8 tahun gembira sekali melihat ayahnya membawa pulang bungkusan makanan yang ternyata sate.
Sampai-sampai ia menukarnya dengan gudeg yang sudah ia rencanakan untuk menu berbuka puasa.
Yang kemudian terjadi adalah cerita yang bisa membuat hati hancur berkeping-keping. Baru beberapa suap makanan itu masuk ke mulutnya, Naba merasakan ada yang tidak enak. Ia berusaha berlari mengambil minum tapi tidak pernah sampai. Ia terjatuh di dapur sebelum mencapai kulkas. Ibunya yang menyuapinya juga muntah-muntah.
Naba yang tak sadarkan diri sempat dibawa ke rumah sakit. Tapi tidak sampai setengah jam, dokter angkat tangan. Nyawa Naba tidak tertolong.
Kasus ini tengah ditangani polisi. Kesimpulan sementara bocah 10 tahun itu tewas karena bumbu sate itu telah dicampur racun yang lebih keras dari racun hama.
EMBE






