Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Madura Bangkalan

Gerobak Sapi dan Parahnya Krisis Air di Desa Pangeleyan

TwitterFacebookWhatsApp

Baca Juga:

No Content Available





Penanews.id, BANGKALAN – Di Pangeleyan, sebuah Desa Pertanian di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, sapi memiliki fungsi ganda: membajak sawah di musim hujan dan menarik gerobak air bila tiba musim kemarau.

Gerobak sapi itu seolah menjadi saksi bisu, betapa parahnya krisis air bersih menahun yang melanda desa yang dihuni 135 kepala keluarga ini.

Tahun ini, krisis air bersih di Pangeleyan berlangsung sejak Mei. Debit air Sumur di pemukiman warga perlahan menyusut di awal kemarau, dan mengering total hanya tiga bulan kemudian.

Lalulalang emak-emak menyunggih ember isi air, juga gerobak sapi yang hilir mudik mengangkut jeriken, menjadi pemandangan yang rutin.

“Sejak saya kecil, kalau kemarau pasti sulit air bersih. Dan tetap begitu sampai sekarang,” Kata Zaiqhulhaq Alfarisi, pemuda warga Pangeleyan.


Mandi Sekali Sehari

Di masa sulit itu, kebutuhan air bersih warga bergantung sepenuhnya pada sebuah sumur yang terletak 7 kilometer jauhnya di tengah pesawahan di perbatasan desa

Moda transportasi gerobak bambu berpenarik sapi itu tercipta karena jauhnya jarak tempuh ke sumur yang berada di perbatasan tiga desa yaitu desa Padurungan, Desa Kranggan Barat dan Pengeleyan.

“Kalau tidak punya sapi, gerobak didorong biasa,” Kata pemuda 23 tahun yang akrab disapa Ulhaq tersebut.


Makin lama kemarau, antrean warga mengambil air semakin panjang, sementara sumber air dalam sumur tak begitu besar.

Sering, kata Ulhaq, sumur sampai kehabisan debit, sehingga harus menunggu beberapa saat, sampai air di dalam bisa ditimba kembali.

“Saya hanya mandi sekali sehari, Sisanya mandi parfum,” Kata Ulhaq terkekeh.


Sulit Sumber Air


Meski bisa dibilang terlambat, krisis air bersih di Pangeleyan akhirnya direspon Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Dinas Pengairan setempat, sempat memberikan bantuan sumur bor pada 2021.

Sayangnya, pengeboran itu tak berbuah hasil. hingga kedalaman lebih 80 meter, mata bor tak kunjung menjumpai mata air sehingga dihentikan.

Meski gagal, Ulhaq berharap tetap ada upaya dari pemerintah daerah untuk mengatasi situasi tersebut. Jika pengeboran biasa tak mampu menemukan sumber air, pemda bisa mendatangkan ahli dengan peralatan yang lebih canggih untuk mendeteksi mata air.

“Kalau memungkinkan, kami ingin ada layanan PDAM khusus ke Desa Pengeleyan,” Kata dia.


Sejak sulit air melanda tahun ini, Pemkab Bangkalan telah memberikan bantuan air bersih lewat mobil tangki. Namun, karena hanya sekali, warna penerima tidak merata, ada yang tidak kebagian.

“Tapi alhamdulillah, banyak organisasi yang peduli dengan kami, dan akan mengirim bantuan air bersih. Besok ada bantuan dari organisasi Hisan 10 tangki air,” Ujar dia.

EMbe

Tags: Desa pengeleyanKrisis air BangkalanKrisis air bersihKrisis air Pangeleyan
63
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Pengedar Sabu di Bangkalan Gunakan Modus Kurir Makanan

Pengedar Sabu di Bangkalan Gunakan Modus Kurir Makanan

1 bulan ago
7
Bukan Jalan-Jalan, Ayah di Madura Ajak Anak 13 Tahun Keliling untuk Curi Motor

Bukan Jalan-Jalan, Ayah di Madura Ajak Anak 13 Tahun Keliling untuk Curi Motor

1 bulan ago
9
Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

Anggota DPR Tinjau Dapur MBG di Bangkalan, Pemkab Nilai Perlu Tata Ulang Perencanaan Dapur

8 bulan ago
23
Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

Setahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan Dinilai Gagal, Politisi PDIP Ungkap Fakta Sebenarnya

8 bulan ago
104
DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

DPR Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro untuk Perkuat UMKM Bangkalan

10 bulan ago
44
Diresmikan Menteri Kebudayaan, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

Diresmikan Menteri Kebudayaan RI, UTM Kini Miliki Museum Budaya sebagai Pusat Kajian Madura

10 bulan ago
64
Next Post
Anggota MPR RI, Ra Ibong: Investasi yang Baik tanpa Diskriminasi

Anggota MPR RI, Ra Ibong: Investasi yang Baik tanpa Diskriminasi

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In