• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 24 Juli 2026
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Olahraga

Kisah Rusdi, Berpura-pura Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Untuk Meraih Simpati Publik

FacebookTwitterWhatsApp

Baca Juga:

Polda Jatim Rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan: Tak Ada Gas Air Mata ke Arah Tribun

Usai Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jatim Dicopot

Rusdi. Foto era.id




Penanews.id, MALANG – Pasca tragedi Kanjuruhan, salah satu kisah yang paling menyita perhatian publik adalah kisah Rusdi.


Ia mengaku sebagai Aremania asal probolinggo yang kemudian memilih hidup menggelandang di Stadion Kanjuruhan karena menanti tiga temannya, yang meninggal pada Tragedi Kanjuruhan?


Dilansir situs bola.net, ternyata, pengakuan Rusdi ini merupakan sebuah prank belaka.

Rusdi disebut bukanlah korban dari tragedi yang merenggut lebih dari seratus korban jiwa tersebut. Pengakuannya ini disebut hanya sekadar demi mencari simpati publik.

Setelah berita soal Rusdi muncul di sejumlah media, beragam tanggapan muncul. Selain tanggapan bernada positif, banyak juga tanggapan bernada negatif soal sosok pemuda 17 tahun asal Probolinggo ini.

Salah satunya, Rusdi disebut berbohong soal nasibnya selama ini. Ia pun disebut sudah sering melakukan tipuan seperti ini.

Bola.net coba melakukan pengecekan soal pengakuan Rusdi. Ia mengaku datang menonton laga Arema FC vs Persebaya Surabaya bersama tiga temannya, dua pria dan satu wanita. Menurut Rusdi, tiga orang temannya bernama Alex, Aldi, dan Aulia. Menurut pengakuan Rusdi, tiga orang ini menjadi korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan.

Dalam penelusuran Bola.net, tak ada nama Alex, Aldi, atau Aulia dalam daftar korban meninggal pada Tragedi Kanjuruhan.

Memang, ada empat korban meninggal yang berasal dari Probolinggo. Namun, tak ada nama-nama seperti yang disebut Rusdi. Selain itu, seluruh korban meninggal dari Probolinggo berjenis kelamin pria.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.


Tak Ada di Pondok Pesantren

Rusdi sendiri, setelah bertemu dengan para penggawa Arema FC, Kamis (13/10), disebut akan dimasukkan ke pondok pesantren. Pondok Pesantren Rejo Darul Musthofa, Gondanglegi Kabupaten Malang dipilih sebagai tempat bagi Rusdi. Alasannya, pondok tersebut memiliki hubungan yang sangat erat bagi Aremania.

Ketika didatangi ke pondok pesantren tersebut, Jumat (14/10), ternyata Rusdi sudah tidak di situ. Bahkan, ia hanya sempat berada di situ dalam hitungan jam.

“Mungkin hanya sekitar tiga jam di sini,” ucap Fakih Pilihan, salah seorang pendamping dari Santri Embongan.

“Setelahnya, ia diantarkan rekan-rekan Aremania ke RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat, Lawang,” sambungnya.


Kisah Kelam Rusdi

Menurut Fakih, pada awalnya, mereka tak menaruh syak wasangka terhadap Rusdi. Pasalnya, ia menambahkan, pondok tersebut sudah biasa menampung orang-orang dengan masalah psikis.

“Namun, kemudian, kami mendapat kabar dari teman-teman di Probolinggo bahwa Rusdi memang sering menghilang dan menggelandang ke mana-mana,” kata Fakih.

“Setelah mengetahui hal tersebut, kami serahkan saja ke RSJ,” ia menambahkan.


Tak Kapok

Kendati sempat kena prank Rusdi, Fakih menyebut bahwa pihak pondok tak kapok. Mereka akan tetap berusaha membantu orang-orang dengan masalah psikis.

“Kami tidak kapok. Kami biasa menampung anak-anak terlantar, trauma, dan korban narkoba,” tutur Fakih.

“Kami tidak mengundang, tapi kalau teman-teman mau minta bantuan kami siap membantu,” ia menambahkan.


Kuncoro Ikhlas

Sementara itu, sikap yang sama juga ditunjukkan oleh Kuncoro. Asisten Pelatih Arema FC ini mengaku ikhlas dengan semua bantuannya -dan para pemain Arema FC- terhadap Rusdi.

Sebelumnya, Kuncoro bersama Johan Ahmat Farisi dan Jayus Hariono sempat bertemu langsung dengan Rusdi. Dalam kesempatan tersebut, mereka sempat memberikan bantuan kepada Rusdi dan berjanji akan membantu Rusdi ke depannya.

“Kami kembalikan saja bahwa anak ini kan yatim piatu. Kami memang hanya berniat menolong,” tutur Kuncoro.

“Ya sudah, nggak masalah,” ia menandaskan.

EMbe/ bola.net



Tags: Prank kanjuruhanRusdi kanjuruhanTragedi Kanjuruhan
114
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

Gelar Turnamen Volly, Cara Desa Larangan Sorjan Bangkalan Tekan Kenakalan Remaja

7 bulan yang lalu
31
Kwarcab Bangkalan Lepas Kontingen Pramuka Garuda ke Perkemahan Kwarda Jatim di Coban Talun

Kwarcab Bangkalan Lepas Kontingen Pramuka Garuda ke Perkemahan Kwarda Jatim di Coban Talun

9 bulan yang lalu
112
Kompetisi Sepak Bola U-12 Bupati Cup 2025 Digelar di Bangkalan

Kompetisi Sepak Bola U-12 Bupati Cup 2025 Digelar di Bangkalan

10 bulan yang lalu
43
Agus Kurniawan Terpilih Aklamasi, Bawa Semangat Baru untuk Kebangkitan IPSI Bangkalan

Agus Kurniawan Terpilih Aklamasi, Bawa Semangat Baru untuk Kebangkitan IPSI Bangkalan

10 bulan yang lalu
106
Perseba Bangkalan Tahan Imbang Gersik United FC dengan Skor 1-1

Perseba Bangkalan Tahan Imbang Gersik United FC dengan Skor 1-1

11 bulan yang lalu
62
Rayakan HUT RI ke-80, Pemdes Pengeleyan Gelar Aneka Lomba Meriah dengan Doorprize Menarik

Rayakan HUT RI ke-80, Pemdes Pengeleyan Gelar Aneka Lomba Meriah dengan Doorprize Menarik

11 bulan yang lalu
86
Berikutnya
AHY Dinilai Bisa Jadi Kunci Kemenangan Pilpres 2024, Ini Sederet Faktanya!

AHY Dinilai Bisa Jadi Kunci Kemenangan Pilpres 2024, Ini Sederet Faktanya!

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.