• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 17 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Wisata & Kuliner

Cerita Penemuan Candi Borobudur Oleh Orang Belanda

  • Sabtu, 11 Juni 2022 19:51
FacebookTwitterWhatsApp

Baca Juga:

Ini alasan Pemerintah Naikkan Tarif Masuk ke Candi Borobudur Jadi Rp 750 ribu


Penanews.id, JATENG – Hari-hari ini, Candi Borobudur jadi perbincangan hangat setelah Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan mengumumkan rencana kenaikan tarif kunjungan ke sana menjadi Rp 750 ribu.

Meski akhirnya kebijakan itu ditunda karena banyaknya kritikan publik, Candi yang masuk tujuh keajaiban Dunia ternyata ditemukan oleh orang Belanda. Berikut kisahnya dilansir dari forestdigest.com:


BERDIRI pada abad ke-8 Masehi, Candi Borobudur telah mengalami terpaan cuaca, menghadapi perubahan iklim dan alam selama 1.200 tahun. Dalam History of Java, Sir Thomas Stamford Raffles menulis 2 halaman tentang candi Buddha di Magelang, Jawa Tengah, itu.

Gubernur Hindia Belanda 1811-1816 itu mengawali pembahasan Borobudur dengan kalimat ini: ” Di distrik Bóro, di provinsi Kedú, dan di dekat pertemuan sungai Elo dan Prága, yang memahkotai sebuah bukit kecil, berdiri candi Bóro Bódo…” Raffles menamai struktur batu berukuran 123 x 123 meter itu dengan nama Borobudur. Berasal dari nama kawasan terdekat Boro dan dari kata Bodo yang bermakna kuno.

Penemuan ini berasal dari cerita tentang sebuah candi besar yang terletak jauh di dalam hutan yang ia dengar pada 1814 saat melawat ke Semarang. Tugas sebagai Gubernur Jenderal yang begitu padat membuat Raffles mengutus H.C Cornelius, seorang Belanda, untuk menyeli diki bangunan besar ini.

Cornelius beserta 200 bawahannya menebang pepohonan dan semak belukar yang tumbuh di bukit dan membersihkan lapisan tanah yang mengubur candi ini. Namun, setelah dua bulan, Cornelius berhenti membersihkan lorong karena ancaman longsor. Cornelius menggambar sketsa candi tersebut dan melaporkannya kepada Raffles. Raffles dianggap berjasa atas penemuan kembali candi ini.

Ketua Tim Cagar Budaya Nasional, Junus Satrio Atmodjo mengatakan kawasan Candi Borobudur berdiri merupakan bekas lautan. “Beberapa desa masih memiliki sumur-sumur yang di dasarnya memiliki endapan garam,” kata Junus ketika dihubungi, Selasa malam.

Berdasarkan jenis aksara yang tertulis pada relief Karmawibhangga yang tertutup di sudut tenggara kaki candi, Borobudur diperkirakan dibangun pada masa puncak kejayaan wangsa Syailendra di Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Medang.

Menurut Junus, pembangunan Borobudur dilakukan dalam tiga tahap. Area sekitarnya ketika awal pembangunan merupakan danau. Peneliti yang mengebor dataran kawasan Borobudur yang lebih rendah menemukan bahwa jenis tanahnya termasuk tanah lempung. “Ada jenis tanaman akuatik seperti teratai, juga serbuk sari secara masif,” kata Junus.

Tidak diketahui kapan Borobudur ditinggalkan. Namun menurut penelitian, pada 928-1006, Raja Mpu Sendok memindahkan ibu kota Kerajaan Medang ke Jawa Timur setelah letusan gunung Merapi. Candi pun telantar, terkubur berabad-abad hingga menyerupai bukit. Keberadaan candi ini terungkap setelah penggalian Cornelius atas perintah Raffles itu.


Pada masa ini danau sudah berubah menjadi rawa. “Tanah yang menyumbat kawasan ini terbuka sehingga air turun ke Kali Progo,” kata Junus. Rawa-rawa itu kemudian diolah menjadi sawah. Setelah Raffles angkat kaki dari Indonesia, pemerintah Hindia Belanda meneruskan eksavasi Cornelius. Pada 1835, seluruh bangunan telah tergali dan terlihat.

Ketika Indonesia merdeka, ada beberapa peristiwa penting yang menguji ketahanan struktur Candi Borobudur. Pada 21 Januari 1985, Borobudur dibom. Sembilan stupa rusak parah, namun bisa diperbaiki. Lalu ada gempa di pesisir selatan Jawa tengah berkekuatan 6,2 magnitudo. Borobudur tetap utuh.

Barangkali letusan Gunung Merapi pada 2010 merupakan ujian terbesar pada zaman modern bagi struktur Borobudur. Abu vulkanik panas dari Merapi tersapu angin dan menyelimuti candi. “Memang tebalnya hanya 2,5 sentimeter, tapi ini memberi tekanan pada pori-pori batu,” kata Junus yang pada saat itu menjabat Direktur Peninggalan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Butuh waktu 6 bulan lamanya untuk mengangkat abu dari permukaan batu.

Data klimatologi mencatat suhu udara maksimum di Borobudur mencapai 370 Celsius pada dekade 1990-an. Suhu rata-rata pada dekade tersebut berkisar 24,9-26,4C. Saat ini suhu rata-rata siang di sekitar Candi Borobudur mencapai 32-35C. “Tertinggi pernah mencapai 38C,” kata Junus. Pemanasan global bisa melepaskan partikel-partikel batu dari candi yang menyebabkan pelapukan dan retakan. 

Perubahan kawasan sekitar Borobudur yang berganti dari sawah menjadi permukiman juga berkontribusi pada pemanasan dalam skala micro-climate. Bukti pemanasan global merusak relief Borobudur bisa dilihat pada relief Karmawibhangga yang tersembunyi di kaki candi. “Relief yang tertutup di kaki candi lebih bagus kondisinya ketimbang relief yang terpahat di dinding luar,” kata Junus.

Junus menunjukkan bukti lain. Jika membandingkan foto Candi Borobudur yang diambil fotografer Belanda, Isidore Van Kinsbergen, pada 1872 terlihat garis-garis relief yang terpahat semakin menipis dibandingkan keadaan sekarang.

EMbe



Tags: Candi BorobudurPenemu candi BorobudurSejarah candi BorobudurTarif candi Borobudur
148
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Menggali Potensi Lokal di Pulau Madura Melalui Program Desa Digital

Menggali Potensi Lokal di Pulau Madura Melalui Program Desa Digital

2 tahun yang lalu
65
Anggota MPR RI Sebut Toleransi adalah Sumber Kedamaian dalam Hidup

Anggota MPR RI Sebut Toleransi adalah Sumber Kedamaian dalam Hidup

2 tahun yang lalu
41
“Kedai Mie Bossman, Tempat Nongkrong, Hingga Bahas Pekerjaan”

“Kedai Mie Bossman, Tempat Nongkrong, Hingga Bahas Pekerjaan”

3 tahun yang lalu
340
Waktu yang Baik Buat Berdoa

Waktu yang Baik Buat Berdoa

3 tahun yang lalu
63
Tak Melayani Suami Karena Hamil, Perempuan ini Carikan Istri Lagi untuk Suaminya

Tak Melayani Suami Karena Hamil, Perempuan ini Carikan Istri Lagi untuk Suaminya

3 tahun yang lalu
123
Viral Resto Karen’s Diner Karena Layanan Jutek, Warganet: Masih Jutekan Pegawai Puskesmas

Viral Resto Karen’s Diner Karena Layanan Jutek, Warganet: Masih Jutekan Pegawai Puskesmas

3 tahun yang lalu
196
Berikutnya
Kerja Bakti Tak Mampu Bersihkan Sampah di Sungai Blega, Pemprov Pinjamkan Excavator

Kerja Bakti Tak Mampu Bersihkan Sampah di Sungai Blega, Pemprov Pinjamkan Excavator

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.