
Penanews.id, BANGKALAN – Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau RKPD Kabupaten Bangkalan tahun 2023 memutuskan akan fokus pada pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi.
Anggota DPRD Jawa Timur asal Bangkalan, Mahfud S.Ag mendukung hasil RKPD itu. Politikus PDIP ini pun memberi sedikit saran dan masukan agar target pemulihan ekonomi tercapai dan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurut Mahfud, ada banyak faktor yang jadi penyebab kenapa pemulihan ekonomi di Madura, khususnya di Bangkalan, berjalan lamban. Salah satunya karena kegiatan masyarakat dibawah tidak longgar.
“kita bisa melihat salah satu penyebab nya Kegiatan masyarakat tidak dilonggarkan, sehingga perputaran ekonomi tidak berjalan dengan baik” ucapnya
Mahfud juga menyoroti kebijakan pemerintah kabupaten kabupaten di madura yang hanya bersifat top down (atas kebawah)
“Pengambilan kebijakan untuk pemulihan ekonomi tidak cukup hanya dengan meningkatkan anggaran dari pemerintah tapi harus dua sisi”
“Dua sisi yang dimaksud adalah pemerintah menyiapkan paket anggaran dan dari sisi yang lain, harus memberikan stimulasi pada masyarakat agar ikut serta untuk pemulihan ekonomi”
Lebih lanjut Mahfud memberikan contoh kegiatan masyarakat yang harus di dukung dan dilonggarkan
“Pariwisata harus segera dibuka karena dari pariwisata PDB akan naik. Kegiatan sosial kemasyarakatan seperti budaya dan Hiburan itu harus dilonggarkan. Seperti budaya kerapan sapi atau seni budaya yang lain, itu harus diberikan kelonggaran. Karna dari kegiatan tersebut ekonomi masyarakat berputar”
Ketua IKA PMII PC Surabaya itu juga berujar banyak mendapat keluhan dari masyarakat terkait tidak konsisten nya perizinan keramaian
“Banyak para pegiat kerapan sapi mengeluh karna kadang tebangpilih dalam perizinan, Semangat pemulihan ekonomi itu harus beriringan dan di dukung oleh semua kalangan serta komponen masyarakat di gerakkan”
Politisi asal desa katol barat itu juga membandingkan dengan paket kebijakan nasional
“Even nasional sudah normal seni budaya juga sudah normal, nah ini di bawah masyarakat masih di belenggu dengan kebijakan yang tidak konsisten” ucapnya
Lebih ironi katanya, Masyarakat banyak mengalami permainan oknum tidak bertanggung jawab dalam mendapatkan izin keramaian
” Banyak kejadian pada acara acara masyarakat diancam di bubarkan pertengahan jalan, padahal persiapan sudah maksimal.Kasian masyarakat yang sudah 2 tahun ekonominya turun tapi masih harus banyak mengeluarkan biaya besar pada oknum supaya kegiatannya terlaksana. Ini kan rawan dipermainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab” jelasnya
Mahfud juga berujar ke depan harus berbenah dan memberikan support kepada masyarakat agar pemulihan ekonomi segera terlaksana
“Pemulihan ekonomi itu Tidak bisa kalau hanya dari pemerintah, tapi juga harus memberikan kebijakan yang mengafirmasi masyarakat untuk bergerak, Kasian masyarakat dibuat kucing-kucingan antara ketat dan tidak terkait perizinan keramaian itu, semua pihak yang mempunyai otoritas perizinan harus membangun kesadaran bersama untuk memulihkan ekonomi di Madura ini”
KMS







