• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Senin, 20 April 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nasional

Gubernur Edy Jewer Pelatih di Depan Umum Karena Tidak Tepuk Tangan

  • Rabu, 29 Desember 2021 18:23
FacebookTwitterWhatsApp

Baca Juga:

Jewer Pelatih, Gubernur Edy Rahmayadi Dilaporkan ke Polisi



Penanews.id, JAKARTA – Video Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menjewer telinga pelatih biliar Khoiruddin Aritonang viral di media sosial.

Kejadian ini terekam di tengah acara pencairan bonus atlet dan pelatih berprestasi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Kota Medan, Senin lalu.

Mengutip Regional Liputan6.com, Rabu (29/12/2021), Edy Rahmayadi tiba-tiba memanggil seorang pria ke atas panggung. Ia pun bertanya kepada pria bernama Khoiruddin itu, yang mengungkapkan dirinya adalah pelatih biliar.

“Kamu kenapa tidak tepuk tangan,” tanya Edy lagi. Namun pertanyaan orang nomor satu di Sumut kali ini tidak dijawab Khoiruddin, yang akrab disapa Choki. Alih-alih, dia malah dapat jeweran di telinganya.

Setelah itu, mantan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut juga meminta Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut, Ismadi Lubis, untuk mencoret nama Choki dari pelatih biliar.

Mendengar perintah tersebut, Choki Aritonang langsung beranjak pergi meninggalkan Aula Tengku Rizal Nurdin. “Kita tidak butuh orang seperti itu,” tegas Edy Rahmayadi.

Kejadian tersebut mengundang berbagai komentar dari warganet, termasuk beberapa tokoh publik yang aktif di media sosial Twitter. Tidak sedikit yang mengecam apa yang dilakukan oleh Edy Rahmayadi.

Terkait hal tersebut, Choki mengaku dirinya heran dipanggil Edy untuk naik ke atas panggung.

“Bingung, kenapa dipanggil. Sampai di atas (panggung) pertanyaan kenapa kamu tidak tepuk tangan saat saya berbicara, saya binggung, apa yang harus tepuk tangan,” katanya, Selasa (28/12/2021).

Ia mempertanyakan kenapa harus diwajibkan para pelatih, atlet, dan orang yang hadir untuk tepuk tangan saat Edy Rahmayadi memberikan semangat dan motivasi. Menurutnya, apa yang disampaikan biasa saja.

Kecuali, ada program spektakuler yang dimunculkan, saya tidak tepuk tangan, wajar tersinggung,” ujarnya. Dia juga membantah ditegur karena sedang tertidur.

Sementara itu, Edy Rahmayadi tidak menjawab banyak saat ditanya soal kejadian ini.

“Jewer sayang itu namanya,” katanya di Medan, Selasa (28/12), seperti dilaporkan Merdeka.com. Dia juga enggan menanggapi lebih lanjut soal kejadian yang viral itu. “Nanti kita jawablah ini,” imbuhnya.

Sumber: liputan6.com





Tags: Edy rahmayadiGubernur Edy jewer pelatihKhoirudin aritonang
82
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

4 bulan yang lalu
20
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

5 bulan yang lalu
34
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

5 bulan yang lalu
34
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

6 bulan yang lalu
22
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

11 bulan yang lalu
57
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

11 bulan yang lalu
42
Berikutnya
Dihuni 395 Orang, Rutan Sampang Overload

Dihuni 395 Orang, Rutan Sampang Overload

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.