Penanews.id, SAMPANG – Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, menjadi salah satu wilayah terdampak kekeringan. Sebulan terakhir, desa kami mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk segala kebutuhan.
Seperti biasa warga disini minimal membawa dua ember menuju sebuah waduk atau Embung penampungan air. Pemandangan ini terlihat setiap pukul 09.00 WIB.
“Secara bergantian, kami mengisi air dituangkan ka dalam ember sebelum dibawa pulang, semoga musim kemarau tidak berkepanjangan,” kata Misdi warga Dusun Berek Songai, Desa Pandiyangan.
Saat ini, Embung yang menjadi pusat pencarian air oleh warga mulai sedikit kering itupun kondisinya keruh. Tak jarang, warga sengaja berangkat tengah malam untuk membuat lubang kecil di dasar Embung.
“Kadheng mangkat malem mas, se terro agebeyyeh lobeng kenik kaaguy pagi nah bisa nyomber Aeng,” tutur Misdi dengan logat kental Bahasa Madura.
“Kadang berangkat malam mas, untuk buat lubang kecil agar bisa keluar air yang akan diambil di pagi harinya,” arti dalam Bahasa Indonesia.
Menurut Camat Robatal Ahmad Firdausi, menuturkan bahwa desa-desa yang terdampak kekeringan di wilayah Robatal sudah dilaporkan dan diajukan untuk mendapatkan bantuan air bersih.
“Memang Robatal ini daerah kekeringan ketika masuk musim kemarau, setiap hari saya mendatangkan tangki air mensuplai kebutuhan air bersih di tempat layanan masyarakat seperti Polsek Koramil dan Puskesmas,” ucap dia.
Selama ini pihaknya sudah mengajukan pengeboran sumber mata air di desa yang terdampak. Ia berharap BPBD Sampang membantu kebutuhan air bagi warga.
“Untuk droping air bersih masih wilayah Kecamatan Karang Penang, yang jelas pasti ada bantuan droping air di wilayah lain dan bertahap,” pungkasnya.
Har




