
Penanews.id JAKARTA – Arsenal tetap sebuah tim yang besar. Tapi mereka bukan lagi tim yang kuat di Liga Inggris.
Kekalahan beruntun The Gunners di tiga laga pembuka Premiere League, kalah 2-0 masing-masing dari tim debutan Brentford dan Chelsea. Kemudian Sabtu malam dilumat Manchester City lima gol tanpa balas, adalah bukti Arsenal bukan lagi tim yang kuat di Liga Inggris.
Tentu juru taktik Arsenal, Mikel Arteta menjadi orang paling tertekan atas penampilan buruk klub asal Kota London itu.
Setelah pertandingan melawan Chelsea, sejumlah suporter sampai menyetop mobil Arteta, mereka memohoh agar Arteta segera meninggalkan klub itu.
Namun, jika melihat tradisi tim, manajemen Arsenal termasuk yang tak cepat memecat pelatih. Maka, kemungkinan Arteta masih bakal diberi kesempatan hingga lima pekan ke depan untuk memperbaiki keadaan.
Dilansir dari kumparan.com, Jonathan Liew dari The Guardian membuat ulasan terkait Arsenal usai ‘Tim Gudang Peluru’ itu kalah dari Chelsea pada Minggu (22/8).
Ia menyoroti kejanggalan permainan Arsenal, terutama saat gol pertama yang dicetak Romelu Lukaku usai memanfaatkan umpan silang datar Reece James dari sisi kiri pertahanan.
“Saat Chelsea mengerahkan serangan pertama mereka, semua pemain [Arsenal] tiba-tiba mulai melakukan hal-hal aneh. Kehadiran Lukaku pada bola seolah menyeret sekitar empat bek ke arahnya. Kieran Tierney entah kenapa memutuskan untuk mengubah dirinya sebagai bek tengah,” tulisnya.
“Pablo Mari mencoba untuk mengadang Lukaku dan terlempar begitu saja, seperti pasir di pantai. Saat James melepas umpan silangnya, bisa dibilang tidak ada satu pun pemain Arsenal yang berada di posisi yang tepat,” tambahnya.
Saat melawan Chelsea, Arsenal memakai formasi dasar 4-2-3-1. Namun, dalam pemaparan di The Guardian itu, masalahnya bukan di formasi, lebih kepada tidak ada individu yang cukup cakap saat bermain di lapangan.
“Tidak ada formasi yang menyembuhkan penyakit seperti ini. Dan itu bukan hanya gol, Arsenal melakukan ini (keanehan) sepanjang sore [di laga kontra Chelsea],” heran Liew.
ADVERTISEMENT
“Siapa yang seharusnya melindungi Tierney ketika dia maju? Mengapa Nicolas Pepe (winger kanan) mengejar bola sampai ke sayap kiri? Apa sebenarnya posisi Bukayo Saka? Mengapa Granit Xhaka berada 40 yard di depan rekannya di lini tengah, Albert Sambi Lokonga?”.
“Dan mengapa manajer penuh waktu Arsenal Football Club (Mikel Arteta) tidak melakukan apa-apa tentang semua ini sampai setelah jam kerja?” tambahnya.
EMbe







