
Penanews.id, BANGKALAN- Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Mathur Khusairi, meminta pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat agar tidak tertutup soal biaya atribut sekolah.
Hal itu kata Mathur guna menghindari persepsi buruk publik terhadap lembaga pendidikan. Jika hal semacam ini masih saja tertutup, sambung dia, maka anggapan publik semakin liar.
“Dibuka saja. Anda kalau mau masuk sekolah kami, ini atributnya. Harganya sekian, Kalian bisa kroscek diluaran, Jadi ada pembanding, biar nantinya orang tua siswa tidak bilang sekolah berdagang, kalau sampai bilang kayak ini, jadinya enggak baik,” kata dia usai bertemu dengan Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Bangkalan, Jum’at, 13 Agustus 2021 kemarin, meminta penjelas soal viralnya Rizma, siswi di sekolah tersebut.
Mathur mengatakan, jika pihak sekolah terbuka dan masyarakat tahu terkait harga atribut yang disediakan koperasi sekolah, selisihnya berapa, antara pasaran dan koperasi, maka tidak akan menjadi gorengan publik di media sosial.
“Oh ini harganya sekian, di pasaran berapa, ada selisih tentu, kalau ini dikelola koperasi ya wajar. kalau tertutup asumsi publik semakin liar, dan ini menjadi gorengan dimedsos, termasuk wali murid baru,” ujar dia.
Menurut Mathur, hampir semua daerah ketika kunjungan kerja (kunker) persoalan dunia pendidikan hampir sama, yakni manajemennya tidak transparan.
“Jadi manajemen sekolah di jatim ini masih banyak tertutup, Ditambah lagi persoalan BOS dan BOPP yang juknisnya ribet,” ucap dia.
Semestinya, lanjut politisi PBB itu, Kemendikbud memahami persoalan yang terjadi di sekolah soal BOS dan BOPP. Kata dia, pihak sekolah seharusnya tidak dikekang dengan penggunaan BOS dan BOPP, asal SPJ nya jelas.
“Pihak sekolah dibantu bos setiap tahun, silahkan gunakan sesuai kebutuhan, dan yang terpenting SPJ kan. Yang penting itu, Bukan diatur sekian persen untuk ini dan untuk itu, pada akhirnya pihak sekolah ini dipaksa untuk membuat SPj yang dimanipulasi, padahal peruntukannya bukan untuk itu. Jadi itukan tidak mendidik,” tutupnya.
Abdi







