
Penanews.id, SUMENEP – Wabah Covid-19 terus menghantui mental warga hingga menyebakan warga panik. Berbagai macam cara dilakukan untuk mengusir wabah penyakit mematikan itu. Mulai dari memperketat penerapan protokol kesehatan hingga ritual keagamaan dilakukan masyarakat.
Seperti yang dilakukan warga Dusun Mungguk, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batupitih, Sumenep, Jumat, (09/07/2021) pagi. Masyarakat berkumpul dihalaman terbuka untuk melaksanakan doa bersama dalam rangka meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar penyakit yang diturunkan ke Bumi, termasuk Covid-19 segera dimusnahkan.
Setelah doa bersama selesai, dilanjutkan dengan penyembihan satu ekor sapi jantan. Sapi tersebut didapat dengan cara patungan dari warga yang ada di Dusun Mungguk, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batupitih, Sumenep. Setiap warga dimintai sumbangan sebesar Rp20 ribu.
Upaya tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama dan dipimpin oleh Kepala Dusun M. Suki Fath, dan Asnawi ditunjuk sebagai koordinator. “Setiap warga dimintai sumbangan, jika dalam satu KK (kepala keluarga) tersapat lima orang, maka sumbangan jumlahnya Rp100 ribu,” kata Mohammad Masno, salah satu tokoh Pemuda Dusun Mungguk, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batupitih, Sumenep,
Pelaksanaan doa bersama kata Masno, dipimpin oleh tokoh agama dari luar desa, yakni K. Fathorrahman. Pengasuh Pondok Pesantren Atta’awun, Desa Legung Barat, Kecamatan Batang-batang, Sumenep. “Jadi doa bersama ini digelar untuk keselamatan bersama. Semoga kita terhindar dari wabah Covid-19 maupun dari penyakit yang lain,” jelas dia.
Upaya itu kata dia bermula berdasarkan iktikad warga. Dimana kata dia bersasarkan literatur yang mereka baca penyakit mematikan juga pernah terjadi pada zaman Nabi Isa AS. Setelah itu Nabi Muhammad SAW langsung bersujud kepada Allah dan bertanya apakah umatnya akan mengalami nasib serupa dengan umat Nabi Isa. Kemudian Allah melalui Malaikat Jibril memberi tahu Rasulullah bahwa umatnya tidak akan ditimpakan wabah serupa dan disarankan membaca doa khusus dan meniupkannya di kepala hewan jantan yang akan disembelih.
“Sesuai kemampuan keuangan, maka warga menyembelih satu ekor sapi untuk saat ini,” jelas dia.
Proses penyembelihan kata Masno sama dengan prosesi penyembelihan hewan pada umumnya. Namun, tempat penyembelihan dilakukan ditempat yang telah disepakati warga, yakni di jalan simpang empat yang ada di dusun tersebut. “Sapi itu disembelih ditengah jalan raya,” ungkap Masno.
Setelah disembelih, daging sapi tersebut diberikan kepada semua warga di satu dusun tersebut untuk dikonsumsi di rumah masing-masing. “Dagingnya tidak dimasak disini, melainkan dimasak di rumah warga masing-masing,” tegas dia.
jnd







