
Penanews.id, JAKARTA- Dalam membuat kebijakan, Tiongkok hampir pasti akan selalu selalu bersebrangan dengan Amerika Serikat. Perseteruan kedua negara ini, bahkan dampaknya bisa memengaruhi seluruh dunia.
Dan mungkin, hanya tiongkok yang berani melawan Amerika. Ketika Amerika menjatuhkan sanksi ekonomi, tiongkong langsung membalasnya dengan menaikkan harga barang ekspor.
Bahkan dalam konflik Israel versus Palestina, kedua negara adidaya ini berbeda dukungan. Jika Ameria mendukung Israel, Negeri komunis itu mendukunh Palestina. Kenapa?
Negeri Panda rupanya telah lama mendukung kedaulatan Palestina. Saking eratnya hubungan diplomatik keduanya, hingga muncul istilah Sino-Palestinian.
Melansir dari katadata.co.id. semua bermula setelah Partai Komunis Tiongkok menang pada 1949 dan Mao Zedong memproklamasikan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Partai Komunis Tiongkok mendukung kelompok bersenjata Palestina dari kelompok Fatah, seperti Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) dan Frot Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) sejak 1950an.
RRT juga mendukung pemimpin Palestina Yasser Arafat dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Organisasi ini mendirikan kantor diplomatik di Tiongkok pada Mei 1965.
Setelah RRT diterima sebagai anggota PBB pada 1971, negara ini terus mendukung perjuangan Palestina. Kedutaan besar PLO dibuka di Beijing pada musim panas 1974.
Tak seperti AS, Tiongkok bahkan menolak menyebut Hamas sebagai organisasi teroris. Beijing menganggap kelompok bersenjata ini perwakilah terpilih rakyat Palestina.
EMBE







