
ilustrasi limbah berbahaya
Penanews.id, JAKARTA– Pekerja Migran atau TKI yang baru pulang ke Indonesia wajib menjalani isolasi mandiri di wisma atlet Jakarta. Total Jumlahnya ada sekitar 4.290 orang.
Sayangnya, keberadaan mereka di wisma atlet tak aman. Mereka kerap jadi korban pemerasan.
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani tidak menampik fakta ini dengan mengatakan telah terjadi hal yang tidak diinginkan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta Pusat.
Benny tak merinci kejadian yang dimaksud. Namun, dia berujar akan segera berkoordinasi dengan Panglima TNI agar Wisma Atlet benar-benar dimanfaatkan untuk tempat karantina.
“Dan tidak dijadikan tempat hal-hal lain yang disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan pemalakan kepada para pekerja migran Indonesia,” kata dia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 14 April 2021.
Pernyataannya ini merespons pertanyaan awak media soal pekerja migran yang harus diisolasi di Wisma Atlet saat pulang ke Tanah Air. Benny menjawab agar siapapun pekerja migran yang datang, baik warga asing atau Indonesia, tetap harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Salah satunya dengan mengisolasi diri di tempat yang telah disediakan pemerintah, seperti Wisma Atlet Kemayoran. “Negara kita sudah menyiapkan Wisma Atlet,” ucap dia.
Benny lalu menyinggung soal temuan yang tidak diinginkan dan dugaan pemalakan terhadap pekerja migran Indonesia.
“Kemarin ada masukan terakhir, temuan, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas dia.
EMBE







