• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Jumat, 15 Mei 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Nasional

Jacob Oetama Wafat, Harian Kompas Didirikan Modal Rp 150 Ribu

  • Rabu, 9 September 2020 15:37
FacebookTwitterWhatsApp


jacoba Oetama wafat

penanews.id, JAKARTA – Jacob Oetama meninggal dunia Rabu, 9 September 2020. Pendiri Kompas, koran terbesar di Indonesia, meninggal dalam usia 88 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Baca Juga:

. . .

Dalam satu wawancara dengan Majalah Tempo yang terbit pada 1990, Jacob mengenang bagaimana ia mendirikan Kompas dengan sahabatnya PK Ojong hanya bermodal Rp 150 ribu dan mesin ketik pinjaman.

Ketika terbit pertama kali pada 28 Juni 1965, Kompas dicetak 5000 eksemplar. Dan hingga kini, koran yang bisnisnya menggurita hingga ke percetakan, penerbitan dan universitas itu, tetap konsisten menyuarakan kepapaan sesuai dengan tagline: Amanat Hati Nurani Rakyat.

“Saya sering diketawai orang kalau bicara soal kalimat itu,” kata Jakob sambil tertawa Dalam wawancaranya dengan Majalah Tempo pada Juni 1990 

Jakob mengakui, dalam membawa amanat itu, korannya yang semakin makmur tak selalu bisa konsisten. Maka, sering muncul kritik, Kompas tidak vokal. “Mungkin juga sudah terdesak kepentingan lain, intern ataupun ekstern,” ujarnya.

Kompas juga pernah salah kaprah dianggap sebagai pembawa suara Katolik, sampai-sampai muncul julukan Komando Pastor hanya karena didirikan oleh tokoh-tokoh Katolik.

Kritik demi kritik berhasil ditepis Kompas hingga terus berkembang sampai saat ini. Setelah Kompas berkembang pesat, Jakob mengembangkan sayap perusahaan dan mendirikan sejumlah anak perusahaan, mulai dari yang bergerak di bidang media massa, percetakan, hingga universitas.

Setelah sukses dengan Kompas, Jakob juga mendirikan media berbahasa Inggris yakni, The Jakarta Post yang pertama kali terbit pada 25 April 1983.

Setelah disemayamkan di gedung Kompas, ia akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

EMBE

Tags: Jacob Oetama wafatsejarah harian Kompas
50
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

5 bulan yang lalu
21
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

6 bulan yang lalu
34
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

6 bulan yang lalu
36
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

6 bulan yang lalu
23
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

12 bulan yang lalu
58
Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

Anggota MPR RI Hasani bin Zuber Tekankan Peran Mahasiswa Jaga Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital

12 bulan yang lalu
45
Berikutnya
Calon Walikota Surabaya Positif Corona

Calon Walikota Surabaya Positif Corona

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.