
Penanews.id, KOLAKA – Kesabaran memang ada batasnya. Pembunuhan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang menewaskan kakak beradik Haking dan Sindung karena Daeng Tantu habis kesabaran.
Haking dan Sindung tipikal pemuda yang suka onar di Desa Ladahai. Keduanya kerap membuka pagar tanah kosong milik Daeng Tantu untuk kemudian teler disitu.
Rabu, 22 Juli, pria paruh baya 54 tahun itu hendak ke masjid. Di jalan dia bertemu Sintung. Ditusuknya dada pemuda itu dengan sebilah badik yang memang dibawa Daeng Tantu. Sintung tewas.
Mendengar adiknya mati, Haking mendatangi rumah Daeng itu dengan sebilah golok untuk menuntut balas. Rupanya sial, bacokan pertama tak mengena dan goloknya jatuh.
Situasi berubah, Daeng Tantu kini di atas angin. Dia ambil alih golok itu… Cerita selanjutnya, tak perlu didetilkan. Singkatnya Haking tewas menyusul adiknya.
Dikutip dari inilahsultra.com, Versi lain menyebut, sebenarnya Daeng Tantu terkena bacokan di bahu namun mental dan jatuhlah parang itu. Kabar pun menyebar si Daeng punya ilmu kebal.
Kasus ini kini ditangani Polres Kolaka. Selain Daeng Tantu, menantunya Aso 35 tahun juga ditangkap karena membantu mertuanya menghabisi Haking.
EMBE







