
penanews.id, CHINA – Di Twitter. Hastag ini #hantavirus, menjadi topik trending ke tiga pada 24 Maret 2020. Setelah Global Times memuat laporan seorang pria dari provinsi Yunnan meninggal karena virus Hanta di bus dalam perjalanan ke provinsi Shandong.
Virus hanta bukan virus baru. Ia pernah muncul saat perang Dunia II berkecamuk. Amerika Serikat pernah diserang virus yang diberi virus ‘dunia baru’.
Virus ini menjadi perbincangan sebab saat ini 180 negara di dunia tengah berjuang melawan virus Corona yang secara global telah menewaskan 16 ribu orang lebih.
Dilansir dari www.cdc.gov, virus ini menyebar terutama dari tikus dan dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS). Gejala awal HPS termasuk kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada otot besar, yakni paha, pinggul, punggung, dan terkadang bahu.
Gejala-gejala ini bersifat universal, di antaranya juga ada sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah perut, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. Sekitar setengah dari semua pasien HPS mengalami gejala-gejala ini. HPS bisa berakibat fatal dengan tingkat kematian 38 persen.
Dikutip dari Tempo.co, dr. Sumaiya Shaikh dalam cuitannya di Twitter Selasa, 24 Maret 2020, menulis bahwa virus hanta pertama kali muncul pada tahun 1950 dalam perang Amerika-Korea di Korea (sungai Hantan).
Virus ini menyebar dari tikus jika manusia mencerna cairan tubuh mereka. Penularan manusia-manusia jarang terjadi. Untungnya sudah ada vaksin yang dikembangkan untuk itu.
Dia mengimbau masyarakat agar tidak panik, kecuali memang berencana untuk mengonsumi tikus. (EMBE)







