Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Kosong

TwitterFacebookWhatsApp

Menelaah Gaya Menikung Valentino Rossi

penanews.id, JAKARTA — Selama 24 tahun berkarier di balapan kelas dunia Valentino Rossi telah menemukan banyak hal baru yang revolusioner, salah satu yang sekarang menjadi warisannya adalah teknik mengibaskan kaki (leg dangle atau leg wave) yang biasa dia lakukan sebelum membelok.

Baca Juga:

Krisis Air Bersih Sampang, Ruang Sejahtera Distribusikan 1,2 Juta Liter Air

Pembangunan SDM Dimulai dari Pemenuhan Gizi

Teknik ini pertama kali diperlihatkan Rossi pada 2005 saat menyalip Sete Gibernau di tikungan terakhir pada putaran terakhir di Sirkuit Jerez. Rossi mengerem kuat kemudian melepaskan kaki kirinya dari footpeg, lalu membiarkannya membentang dan menggantung sampai tepat sebelum puncak tikungan.

Rossi yang berhasil masuk tikungan lebih dulu dari bagian dalam akhirnya berbenturan dengan Gibernau. Gibernau melebar ke luar sampai ke area kerikil, Rossi kemudian finis posisi pertama dan akhirnya meraih gelar juara dunia 2005.

Usai pertarungan dengan Gibernau, Rossi selalu mendapat banyak pertanyaan dalam sesi konferensi pers mengapa dia melakukan teknik seperti itu. Rossi biasanya selalu menjawab tidak tahu dan mengatakan, “itu terasa natural”.

Pada beberapa kesempatan Rossi juga sempat menjawab hal lain, dia mengatakan teknik itu membantunya mengerem. Namun yang jadi suatu keanehan, seperti diceritakan motomatters.com, tidak ada perbedaan data yang menunjukkan perbedaan ketika Rossi menikung sambil membuka kaki ataupun tidak.

Data pengereman terkait waktu, kekuatan, dan distribusi bobot mengungkap informasi yang sama.

Sejak adegan bersejarah itu Rossi kerap menggunakan teknik mengibaskan kaki dan banyak pebalap yang menyontek gerakan itu. Kini teknik yang sama dengan berbagai variasinya digunakan pebalap MotoGP, Moto2, Moto3 sampai kelas balapan daerah di seluruh dunia.

Sebelum sangat populer seperti saat ini, teknik kibas kaki Rossi juga sempat kontroversial sebab banyak pihak berspekulasi itu menjadi cara untuk menghalangi atau menakut-nakuti pebalap lain yang mau mendekat. Walau begitu sampai saat ini MotoGP tak pernah melarang penggunaan teknik seperti ini.

Keuntungan

Bukan cuma itu, teori lain menjelaskan mengibaskan kaki sebelum tikungan ibarat melepas parasut kecil yang membantu pebalap mendapatkan momen sebelum merebah. Momen seperti ini dikatakan bikin pebalap menarik setang bagian luar hingga membantu pebalap mengatasi counter-steering. (EMBE/CNN Indonesia)

Sepanjang kariernya di MotoGP, Rossi sudah mendapatkan sembilan gelar juara dunia yang terakhir kali dia dapatkan pada 2009. Sudah 11 tahun Rossi tak pernah lagi juara dan sepertinya bakal sulit buat pebalap berusia 40 tahun ini mendapatkan gelarnya yang ke-10.

Musim 2020 bisa jadi kesempatan terakhir Rossi membuktikan kemagisannya sebagai pebalap paling senior saat ini di MotoGP. Yamaha sudah memutuskan menggantikan posisinya di tim pabrikan dengan ‘darah muda’ Fabio Quartararo yang sempat jadi duri buat Marc Marquez pada musim 2019.

Valentino Rossi adalah legenda yang belum mau duduk santai sambil melihat sejarah yang sudah dia buat membentuk masa depan. Rossi bukannya tak punya kans buat menggapai prestasi puncak untuk terakhir kalinya. Dalam dunia olahraga, usia tidak melulu jadi patokan atletis dan lagipula balapan bukan kontes refleks, melainkan tes intelejen dalam kecepatan tinggi.

Rossi belum menentukan bakal pensiun setelah musim 2020 berakhir, sementara Yamaha mengatakan masih mau menampungnya bila dia menentukan sebaliknya. (EMBE/CNN Indonesia)

26
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Empat Pilar Harus Menjadi Kompas Pengelolaan Kekayaan Alam

Empat Pilar Harus Menjadi Kompas Pengelolaan Kekayaan Alam

4 bulan ago
11
Bhinneka Tunggal Ika Kunci Redam Intoleransi di Era Politik Identitas

Bhinneka Tunggal Ika Kunci Redam Intoleransi di Era Politik Identitas

7 bulan ago
48
Hasani bin Zuber: Nasionalisme Perlu Adaptif di Tengah Arus Budaya Pop Global

Hasani bin Zuber: Nasionalisme Perlu Adaptif di Tengah Arus Budaya Pop Global

7 bulan ago
52
Gadis Asal Kwanyar Bangkalan Lapor Polisi Usai Mengaku Jadi Korban Persetubuhan

Gadis Asal Kwanyar Bangkalan Lapor Polisi Usai Mengaku Jadi Korban Persetubuhan

8 bulan ago
232
Aksi Ramadan H. Her: Ribuan Siswa MBG Kebagian Rp50 Ribu

Aksi Ramadan H. Her: Ribuan Siswa MBG Kebagian Rp50 Ribu

8 bulan ago
35
Ramadan Jadi Penguat Kinerja Pemerintahan, Ini Pesan Wakil Ketua DPRD Bangkalan

Ramadan Jadi Penguat Kinerja Pemerintahan, Ini Pesan Wakil Ketua DPRD Bangkalan

8 bulan ago
20
Next Post
Menelaah Gaya Menikung Valentino Rossi Dengan Satu Kaki yang Melegenda

Menelaah Gaya Menikung Valentino Rossi Dengan Satu Kaki yang Melegenda

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In