Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Minggu, 27 September 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Riyanto Banser

TwitterFacebookWhatsApp

Oleh: Gunawan Wibisono

Singkat namanya, mudah mengingatnya.
Setiap tanggal 24 Desember, menjelang Hari Raya Natal, saya selalu mengingat nama singkat itu dan menyelipkan sepotong doa untuknya: kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa menempatkan dia di tempat terbaik-Nya.

Baca Juga:

Kisah Gurnadi: Sopir Taksi yang Sediakan Jajan dan Obat Gratis untuk Penumpangnya

Selamat dari Kecelakaan, Dokter Ini Bolehkan Pasiennya Ngutang

24 Desember tahun 2000, Gereja Eben Haezer, Mojokerto, Jawa Timur,  terisi penuh oleh jemaat. Tak ada bangku kosong.  Malam itu adalah ibadah Natal.

Tiba-tiba terjadi kegaduhan kecil di tengah ibadah. Jemaat gempar karena mendapati  ada bungkusan lumayan besar, mirip kado, terselip di antara deretan bangku.

Benda yang berada di tempat tidak sewajarnya itu tentu mengundang perhatian.
Seseorang lalu menyeletuk soal bungkusan kemungkinan berisi bom. Makin paniklah orang-orang.

Riyanto, 25 tahun, anggota Banser-NU yang kala itu secara sukarela menjaga gereja menjelang perayaan Natal, membukanya dan tampaklah kabel-kabel terjulur keluar.

Secara refleks ia membawa keluar bungkusan. Riyanto tahu ada ratusan jemaat pria-wanita dan anak-anak di dalam gereja.

Bungkusan ia bekap dengan tubuhnya. Tujuannya satu: membuangnya ke tempat sampah di depan gereja.

Naas, sebelum sampai tujuan, entah karena guncangan hingga detonatornya terpicu, atau memang sudah waktunya: bungkusan itu benar-benar meledak!

Daya ledaknya luar biasa, hingga warga -konon- menemukan serpihan tubuh Riyanto pada jarak seratus meter!

Bisa dibayangkan bila bom yang dibekap Riyanto ini meledak di dalam ruangan tertutup, korbannya akan banyak sekali!

Efek ruangan tertutup akan memantulkan energi bom!

Jasa dan keberanian Riyanto memang luar biasa. Tak heran bila Kota Mojokerto mengabadikan namanya menjadi nama jalan, lengkap dengan gapura megah di depannya.

Presiden Abdurrahman Wahid, Gus Dur, sendiri menempatkan nama Riyanto sebagai nama bea siswa yang tiap tahun diberikan oleh Wahid Institut, organisasi nir laba yang dikelola keluarga mendiang Gus Dur, untuk mengenang keberanian Riyanto.

Riyanto adalah warga biasa sama seperti kita, yang terpanggil untuk bekerja melayani warga negara lain yang -kebetulan- sedang beribadah menyambut hari besar mereka.

Riyanto bukan tentara seperti, misalnya, Kopral Marinir Amerika: William Kyle Carpenter, yang membekap granat hidup dengan tubuhnya sendiri demi menyelamatkan nyawa kawan-kawannya di Afganistan, 21 Nopember 2010.

Keberanian Kyle, yang beruntung bisa bertahan hidup, mengantarnya memperoleh Medal of Honor, medali paling bergengsi dan tertinggi (hingga harus Presiden AS sendiri yang menyerahkannya) untuk mengukur jasa dan keberanian seseorang di medan perang.

Riyanto hanya orang biasa, tetapi tindakannya sungguh luar biasa.

Kepada Riyanto kita belajar:  tentang luhurnya nilai persaudaraan dan sikap siap berkorban demi saudara sebangsa dan setanah air yang harus selalu kita jaga, tidak peduli dari agama apapun dan dari suku mana dia datang!

Riyanto, singkat namanya, tetapi akan selalu saya kenang. Setiap Natal tiba, selalu terselip doa untuknya.

*) Tulisan ini diambil dari facebook penulis

Tags: Bom natal 2000Kisah riyanto banser
1.1k
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Pembangunan SDM Dimulai dari Pemenuhan Gizi

Pembangunan SDM Dimulai dari Pemenuhan Gizi

1 minggu ago
10
Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

10 bulan ago
24
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

10 bulan ago
37
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

11 bulan ago
46
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

11 bulan ago
30
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

1 tahun ago
68
Next Post
Ini Lima Calon Ketua Umum PPP

Ini Lima Calon Ketua Umum PPP

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In