
Penanews.id, SURABAYA-Mahfud S.Ag selaku anggota komisi C kesal dengan kinerja BUMD milik Pemprov jatim yang terkesan kurang maksimal kinerjanya dan tidak kompak, politis PDIP asal Madura itu menyampaikan komisinya (komisi C) akan mengambil tindakan tegas, apabila BUMD pemprov Jatim tidak mempunyai sinergitas link and match. Hal itu sangat diperlukan untuk saling menopang dan meningkatkan produktivitas
Komisi C DPRD Jatim sepakat BUMD harus mempunya ide dan lompatan besar agar BUMD ini berkembang dan ikut mendongkrak PDRB yang berimbas pada peningkatan PAD provinsi jatim,
“Komis C meminta mereka melakukan sinergi. saling menopang satu dengan yang lainnya. misal BUMD saling menggunakan produk dari BUMD lainnya. Termasuk kantor kantor milik Pemprov. kita punya produk air minum, lah alangkah baiknya semua kantor BUMD saling menggunakan produk BUMD sendiri”
“Kita punya produk air minum kemasan, kalau semua kantor pemprov menggunakan produk milik sendiri tentu itu bisa membuat BUMD ini sehat dan produktif. begitu juga dengan Rumah sakit rumah sakit milik pemrintah provinsi juga harus mengambil bahan bahan yang dibutuhkan dari produk BUMD, misal beras dari puspa agro, kemudian kasa dari PWU. Begitu juga bagi yang mau membangun, kenapa tidak ajukan kredit ke Bank Jatim. Coba lihat seperitnya yang pakai produk air kemasan produk PWU kan hanya DPRD Jatim, harusnya kantor lainnya juga pakai dong,” ungkap Mahud (23/1/2020)
Cong Mahfud sapaan akrabnya, juga menegaskan, komisinya akan bersikap tegas pada BUMD yang tidak mau bekerja sama.bdan akan menolak untuk hearing dengan mereka. “Ya kalau mereka gak mau gubris dengan program Kita, ya sudah kita juga gak mau hearing dengan mereka, dan kita tegaskan akan kita evaluasi BUMD yang bersangkutan, sebagai bentuk hak kontrol dan budgetting kita” ancamnya.(NH)






