
Penanews.id, SUMENEP – ”Pendidikan anti korupsi sangat penting untuk diberikan kepada peserta didik sejak dini. Hal itu harus dimulai sejak usia anak sekolah agar ketika sudah lulus kelak menjadi anak yang berakhlak mulia,”.
Demikian disampaikan oleh anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) Badrul, saat bersama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, dalam kegiatan safari pendidikan, yang ditempatkan di halaman SDN Lenteng Timur I Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Selasa 8 Maret 2022.
Hadir dalam kegiatan tersebut, dari DPK Sumenep, Badrul, A Junaidi dan Busri. Sementara, dari Disdik dihadiri oleh Kabid Pembinaan Sekolah Dasar, Ardiansyah bersama dengan beberapa Kasi di Dinas Pendidikan. Selain itu, hadir pula Koordinator Pendidikan Kecamatan Lenteng, Komite Sekolah, K3S, pengawas dan para guru.
Anggota DPK Sumenep, Badrul mengatakan, kegiatan safari Pendidikan merupakan hal penting dilaksanakan oleh DPKS bersama dengan Disdik. Sehingga, tidak ada yang merasa takut dengan Disdik dan DPKS.
“Keberadaan DPKS adalah bagian dari mitra sekolah dan lebih-lebih dengan komite sekolah. Komite sekolah memiliki peranan penting pula untuk kemajuan Pendidikan,” jelas Badrul.
Selain itu, ia juga menjelaskan terkait dengan Pendidikan anti korupsi. Namun, ia lebih menekankan terkait dengan program smart DPKS. Dalam website itu, lanjutnya, sekolah bisa memberikan laporan berupa pengaduan maupun laporan kegiatan positif maupun hasil kreasi siswa di sekolah.
“Semua kegiatan positif dari sekolah, nanti bisa dipublikasikan ke media dari DPK Sumenep. Cukup membuat akun dan akan diediti oleh tim di DPKS Sumenep,” terangnya.
Sementara, Kabid Pembinaan Dasar Disdik Sumenep, Ardiansyah mengatakan, akan terus melakukan yang terbaik untuk kemajuan Pendidikan di Sumenep.
“Kami dari Disdik dan DPK Sumenep, hadir untuk menjenguk saudara. Bukan momok yang menakutkan. Jangan takut curhat,” tandasnya.
Dia menjelaskan, hal-hal yang baik dari masa sebelumnya, harus tetap dilanjutkan dan dikembangkan sehingga semakin baik. Sementara, jika terdapat yang tidak baik, maka jangan dilanjutkan dan dibuang saja.
”Kedatangan kami, adalah untuk menjenguk saudara. Kita adalah orang yang bertanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sumenep. Bekerjalah secara ikhlas untuk kemajuan pendidikan. Bila kita ikhlas, Insya Allah akan menjadi amal ibadah kita,” terang Ardiansyah. (sri)

