
Penanews.id, SUMENEP – Belum genap sebulan menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra sudah dua kali didemo mahasiswa dan diminta mundur karena dinilai tidak punya kompetensi.
Tuntutan mundur itu, mendapat tanggapan dari Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdhatul Ulama (LPTNU) Sumenep. , Ketua Lembaga ini, Ahmad Siddiq memandang jabatan kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep tidak harus orang yang berlatar belakang pendidikan.
Siapa pun, kata dia, berhak menjabat sebagai Kadisdik.
“Ini bukan lagi persoalan orang yang mempunyai latar belakang ilmu pendidikan. Tetapi apakah mau menyelesaikan problem yang ada. Ini seharusnya yang harus direnungkan. Biar tidak salah paham dan kaprah,”ujar Siddik.
Menurutnya, yang harus dijadikan pertanyaan adalah apa yang harus digarap dan dilakukan Kadisdik untuk menuntaskan segera problem pendidikan di Sumenep.
Salah satu problem pendidikan yang masih belum tertangani, adalah masalah Sumber Daya Manusia (SDM). Bahkan ia menyebut SDM Sumenep saat ini cukup buruk dan belum signifikan, terutama di bidang guru atau tenaga pendidik.
“Berapa banyak kekurangan guru di Sumenep, seperti SD sampai SMA. Meski untuk jenjang SMA bukan ranah Pemkab, tetapi dalam hal penyediaan sumberdaya butuh koordinasi,”sebutnya.
Problem berikutnya berkaitan dengan masalah disparitas dan kualitas pendidikan. Untuk menuntaskan hal diperlukan strategi, taktik, waktu dan pekerjaan yang ekstra.
“Kami menghimbau Kadisdik yang baru diberikan waktu 1 tahun untuk bekerja menyelesaikan problem yang ada,” Harapnya. (BUS)







