Penanews.id, MAGELANG – Pembunuhan dengan racun sianida terjadi lagi. Kali ini di Magelang, Jawa Tengah.
Rabu malam, 10 November lalu, L dan W, Masing-masing berusia 28 dan 31 tahun, ditemukan tewas dalam mobil yang mereka kendarai. Dengan kondisi mulut berbusa.
Polres Magelang menyelidiki tewasnya dua warga Desa Sukomakmir ini. Dari keluarganya, polisi mendapatkan informasi bahwa kedua pemuda ini terakhir kali pamit hendak ke rumah IS yang dikenal sebagai dukun pengganda uang.
Mulanya adalah coba-coba. L dan W yang kepincut ingin dapat uang dengan cara instan, mendatangi IS sebanyak empat kali.
Awalnya, mereka menyator uang ratusan ribu untuk digandakan. Dan dalam beberapa hari, uang itu menjadi banyak.
Setelah percaya kepada IS karena tiga kali berhasil, dua pemuda ini nekat menjual mobil seharga Rp 25 juta. Uangnya pun disetorkan ke IS agar digandakan kembali.
Saat menyetor uang besar inilah, IS menjalankan rencananya. Dia meminta kedua pemuda pemuda untuk meminum air putih yang telah dia campur racun sianida. Racun inilah yang membuat keduanya tewas di dalam mobilnya.
Polisi pun menangkap IS. Ia tak berkutik. Polisi menemukan uang 25 juta, juga plastik bekas bungkus sianida sebagai barang bukti.
“Ternyata pada 2020, tersangka juga pernah meracun orang, jadi total korbannya tiga orang. Ini pembunuhan berencana, ancamanya hukuman mati atau penjara seumur hidup,” Kata Kapolres Magelang, AKBP M. Sajarod Sakun dilansir CNN Indonesia.
EMbe








