
Penanews.id, BANGKALAN – Suasana aula SMAN 1 Bangkalan tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa dari berbagai SMA dan SMK tampak antre dengan penuh semangat, bukan untuk belajar, melainkan untuk mendonorkan darah mereka dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Rabu (24/7).
Aksi kemanusiaan ini tak hanya diikuti pelajar. Sejumlah guru dan warga sekitar juga turut ambil bagian. Antusiasme yang tinggi membuat kegiatan ini jauh melampaui target awal.
“Awalnya kami hanya menyiapkan kuota untuk 60 orang. Tapi ternyata peserta yang datang mencapai ratusan. Ini luar biasa,” ungkap Moh Fausi, Kasi Pendidikan Menengah Atas dan Pendidikan Khusus (PK-PLK) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bangkalan.
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Cabdin Bangkalan, RSUD Syamrabu Bangkalan, dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Madura Raya Pokja Bangkalan.
Hasilnya pun tak main-main. Sekitar 200 kantong darah berhasil dikumpulkan dari para pendonor, dan langsung diserahkan ke RSUD Syamrabu untuk memenuhi kebutuhan darah masyarakat.
“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin tahunan. Selain untuk memperingati Hari Anak Nasional, juga sebagai bentuk edukasi nilai kemanusiaan sejak dini,” tambah Fausi.
Sementara itu, Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Farhat Suryaningrat, menegaskan bahwa kegiatan donor darah seperti ini sangat penting, baik untuk masyarakat yang membutuhkan maupun bagi kesehatan pendonor itu sendiri.
“Donor darah membantu tubuh memproduksi sel darah baru. Ini membuat tubuh lebih bugar dan sehat. Selain itu, melalui pemeriksaan awal, siswa bisa mengetahui kondisi kesehatannya, termasuk mendeteksi anemia atau penyakit menular,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu terus digalakkan sebagai bagian dari gerakan sosial dan edukatif di kalangan generasi muda.
“Yang kita lakukan hari ini bukan hanya mengisi momen peringatan, tapi juga menyebarkan semangat peduli sesama,” pungkas dr Farhat.
EMbe

