
Penanews.id, BANGKALAN – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) terus berinovasi dalam menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada generasi muda.
Kali ini, melalui tema kontemporer #PilarKitaBersama: Merawat Indonesia di Era Digital, MPR RI menyelenggarakan diskusi interaktif yang menghubungkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dengan tantangan kehidupan di ruang siber.
Acara yang berlangsung pada 20 Desember 2025, di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur ini, dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan pegiatan media sosial dan kreator konten.
Fokus utama acara adalah membekali generasi muda dengan pemahaman bagaimana menerapkan pilar kebangsaan sebagai panduan untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab di dunia digital.
Anggota MPR RI dari Fraksi Demokrat, Hasani bin Zuber, yang hadir sebagai narasumber utama, menekankan pentingnya adaptasi nilai kebangsaan.
“Era digital adalah ruang hidup kita yang baru. Empat Pilar Kebangsaan bukanlah teori usang, melainkan ‘tools’ atau alat yang sangat powerful untuk kita gunakan mengarungi samudra informasi. Pancasila adalah filter untuk menyaring hoaks, UUD 1945 menjamin hak dan kewajiban kita termasuk di ruang digital, NKRI adalah rumah bersama yang harus kita jaga keamanan sibernya, dan Bhinneneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk berinteraksi dengan santun meski berbeda pandangan di media sosial,” kata dia.
Dalam pemaparannya, Hasani bin Zuber menyoroti beberapa tantangan konkret, seperti penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, radikalisme digital, dan erosi nasionalisme akibat polarisasi di media sosial. Ia menawarkan Empat Pilar sebagai solusi operasional di dunia maya.
Acara ini tidak hanya berformat ceramah, tetapi juga dilengkapi dengan workshop singkat tentang literasi digital, simulasi debat sehat di media sosial, serta sesi tanya jawab interaktif.
Banyak peserta yang antusias bertanya tentang bagaimana membentuk komunitas online yang positif berdasarkan nilai-nilai kebangsaan.
“Acara seperti ini sangat refreshing. Ternyata empat pilar itu bisa diaplikasikan langsung, misalnya sebelum share berita kita cek dulu kebenarannya, itu implementasi Sila kelima. Atau tidak mudah mencaci karena perbedaan politik, itu wujud Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Sakir, salah satu peserta.
Dengan digaungkannya tagar #PilarKitaBersama, MPR RI berharap gerakan ini dapat terus bergulir di media sosial, menginspirasi anak muda untuk menjadi agen-agen penjaga persatuan dan konten kreator yang menebar manfaat di dunia digital. Ke depan, acara serupa direncanakan akan diselenggarakan di berbagai kota dengan melibatkan lebih banyak elemen generasi muda.
EMbe
