• Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer
Kamis, 21 Mei 2026
Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Penanews.id
Tidak ditemukan
Lihat Semua
Beranda Kosong

Beri Motivasi Petani Madura, IKAMA Hadirkan Petani Asal Jepang, Cak Anas

  • Kamis, 26 Desember 2024 18:38
FacebookTwitterWhatsApp

Penanews.id,BANGKALAN- Workshop pertanian modern digelar oleh Ketua Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), H. Rawi. Kamis, 26 Desember 2024.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor IKAMA, Desa Jukong, Kecamatan Labang itu mendatangkan Cak Anas, petani asal Lumajang yang kini sukses mengadaptasi pertanian modern di Jepang.

Baca Juga:

Alev casino güncel giriş linkiyle hızlı ve kolay erişim

845126251779325975

H. Rawi bilang, tujuan utama dari undangan ini adalah untuk memberikan inspirasi kepada para petani di Madura agar lebih sukses melalui penerapan metode pertanian modern.

“Kami tidak memiliki kepentingan apa pun selain ingin melihat para petani kita lebih maju dan meningkatkan produksi pertanian mereka. Cak Anas adalah sosok luar biasa yang mampu membawa cara bertani modern dari Jepang ke Indonesia,” ujar dia.

Sementara Cak Anas, yang memiliki nama lengkap Yuanas, membagikan pandangannya mengenai pentingnya inovasi dalam dunia pertanian.

Ia menjelaskan bahwa teknologi yang ia pelajari selama berada di Jepang telah membantunya mengoptimalkan hasil pertanian secara signifikan.

“Saya percaya, petani di Indonesia, khususnya di Madura, memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern, kita bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Saya berharap ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar dia.

Cak Anas menjelaskan bahwa teknologi pertanian Jepang yang ia terapkan melibatkan penggunaan alat dan metode yang ramah lingkungan, efisien, serta berbasis data.

“Misalnya, penggunaan sensor untuk memantau kondisi tanah, irigasi otomatis, hingga sistem penanaman yang terintegrasi. Semua ini bertujuan untuk mengurangi risiko gagal panen dan meningkatkan kualitas hasil pertanian,” tambahnya.

Cak Anas juga mengungkapkan cita-citanya untuk terus berbagi ilmu dengan para petani di berbagai daerah di Indonesia.

“Saya ingin melihat Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertanian yang maju. Kita punya sumber daya alam yang melimpah, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan teknologi yang tepat,” tandas dia.

110
Dilihat
FacebookTwitterWhatsApp

Berita Terkait

Alev casino güncel giriş linkiyle hızlı ve kolay erişim

12 jam yang lalu
1

845126251779325975

16 jam yang lalu
0
Bhinneka Tunggal Ika Kunci Redam Intoleransi di Era Politik Identitas

Bhinneka Tunggal Ika Kunci Redam Intoleransi di Era Politik Identitas

2 bulan yang lalu
33
Hasani bin Zuber: Nasionalisme Perlu Adaptif di Tengah Arus Budaya Pop Global

Hasani bin Zuber: Nasionalisme Perlu Adaptif di Tengah Arus Budaya Pop Global

2 bulan yang lalu
29
Gadis Asal Kwanyar Bangkalan Lapor Polisi Usai Mengaku Jadi Korban Persetubuhan

Gadis Asal Kwanyar Bangkalan Lapor Polisi Usai Mengaku Jadi Korban Persetubuhan

3 bulan yang lalu
205
Aksi Ramadan H. Her: Ribuan Siswa MBG Kebagian Rp50 Ribu

Aksi Ramadan H. Her: Ribuan Siswa MBG Kebagian Rp50 Ribu

3 bulan yang lalu
20
Berikutnya
Era Baru: DPM dan BEM-KM STKIP PGRI Bangkalan Periode 2024-2025 Resmi Dilantik

Era Baru: DPM dan BEM-KM STKIP PGRI Bangkalan Periode 2024-2025 Resmi Dilantik

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2021 Penanews.id All right reserved.