
Penanews.id, JAKARTA – Pemuda bernama Fahri Fadillah Nur Rizky (21) mengungkap keluhannya gagal mengikuti pendidikan Bintara Polri, padahal ia lulus seleksi ranking 35 dari ribuan peserta.
Fahri mengatakan posisinya tiba-tiba ‘ditukar oleh siswa yang tak lulus’ ketika mau berangkat pendidikan Bintara Polri.
Polda Metro Jaya memberikan penjelasan bahwa Fahri gagal pendidikan karena masalah buta warna saat dilakukan supervisi sebelum mengikuti pendidikan. Posisinya lalu digantikan orang lain untuk memenuhi kuota didik.
“Tentang mekanisme pengganti itu berdasarkan petunjuk dari Polri. Pertama, terkait dengan kuota didik mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri di Polda Metro, apabila 1) tidak memenuhi syarat, kemudian ranking di bawahnya naik,” kata Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Langgeng Purnomo dilansir detik.com.
Langgeng mengatakan sistem pergantian itu pun telah sesuai prosedur. Dia memastikan tidak ada pihak yang diistimewakan dalam proses tersebut.
“Itu pun dilakukan mekanisme sidang terbuka juga, melalui wanjak (dewan analis kebijakan). Tambahan, satu ini bukan atensi, ini adalah langkah untuk memenuhi kuota didik. Prosesnya pun dilakukan secara prosedur dan melibatkan pengawas juga,” jelas Langgeng.
“Ini (pengganti Fahri) bukan titipan,” Kata langgeng dilansir detik.com.
EMbe





