
Penanews.id, LUMAJANG – Peristiwa Carok atau berkelahi hadap-hadapan memakai celurit, terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kami malam, 27 Januari 2022. Antara Kepala Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto dan Kepala Dusun Persil, Desa Jatiroto.
Endingnya, polisi bingung menentukan siapa pelaku dan siapa korban. Sebab, keduanya sama-sama dibawa ke rumah sakit karena luka parah. Yang satu luka di kaki dan lengan, satunya lagi luka di perut.
Dilansir detik.com, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno menyebut keduanya memang bermusuhan sejak lama.
Kata Eka, sore hari sebelum kejadian, warga kedua desa sudah mengetahui jika kedua perangkat desa hendak berduel. Warga pun melaporkan hal ini ke Polsek Jatiroto untuk membantu melerai.
“Kejadiannya malam, sore harinya warga itu sudah tahu ada intrik-intrik dua orang itu mau berkelahi. Di lingkungan mereka sudah pada tahu, di lingkungan RW sudah tahu dua orang ini bermusuhan sejak lama,” papar Eka, jumat.
Perkelahian itu berhasil dicegah polisi. Namun saat Anggota Polsek Jatiroto akhirnya pergi untuk salat Maghrib. Ternyata keduanya janjian untuk bertemu dan berduel.
“Lalu maghriban ditinggal polisi karena sudah pergi dua-duanya. Ternyata dua orang itu melipir, malam itu berduel,” sesal Eka.
Perbuatan keduanya melanggar pasal 184 KUHP soal perkelahian. Kendati demikian, Eka mengatakan pihaknya belum bisa menentukan siapa pelaku dan siapa korban. Karena, pemeriksaan keduanya belum dilakukan.
“Sementara kami belum bisa menentukan siapa pelaku siapa korban. Dua-duanya masih kami anggap korban,” paparnya.
Eka menambahkan dua perangkat daerah ini sama-sama terluka. Ada yang terluka imbas sabetan celurit di kaki dan tangannya. Lalu, satu korban terluka cukup parah hingga ususnya terburai.
Saat disinggung soal kondisi keduanya, Eka menyebut sudah semakin baik. Namun, belum bisa dimintai keterangan.
“Kondisinya semakin baik tapi belum bisa dimintai keterangan, mohon bersabar untuk motif keduanya seperti apa,” jelas Eka.
EMbe







