Penanews.id
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret
Jumat, 25 September 2026
  • Login
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penanews.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Sidang Tewasnya 4 Laskar FPI, Saksi Lihat Samurai dan Dipaksa Tiarap

TwitterFacebookWhatsApp
Sumber foto: liputan6.com

Penanews.id, JAKARTA – Penjaga warung Sari Rasa di Rest Area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, Ratih mengatakan bahwa empat orang yang kemudian diketahui sebagai laskar Front Pembela Islam (FPI) sempat diperintahkan untuk keluar dari mobil dan disuruh tiarap oleh seseorang yang membawa senjata api.

Hal itu ia sampaikan saat bersaksi kasus kasus unlawfull killling atau pembunuhan Laskar FPI di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/10).

Baca Juga:

Dua Polisi yang Tembak Mati Laskar FPI Bebas dari Bui

Ini Harapan Candra Darusman Untuk IPSC

Awalnya, Ratih menceritakan tengah menjaga warung saat insiden itu terjadi pada dinihari. Ia tiba-tiba mendengar ada suara mobil melakukan pengereman secara mendadak di rest area. Setelahnya, ia melihat beberapa mobil itu berhenti di rest area tersebut.

Sejurus kemudian, Ia melihat seseorang keluar dari sebuah mobil yang berhenti dengan menenteng senjata api. Meski demikian, ia mengaku lupa orang tersebut keluar dari mobil yang mana.

“Saya lihat satu orang bawa pistol celana pendek. Lalu dia mengetuk pintu suruh keluar di mobil yang satu lagi yang berwarna abu-abu. “Keluar lu keluar”. Yang keluar 4 orang. Satu-satu keluar. Langsung suruh tiarap di belakang mobil,” kata Ratih.

Mobil berwarna abu-abu tersebut diketahui berjenis Chevrolet Spin yang dikendarai oleh enam Laskar FPI dalam insiden tersebut.

Setelah empat orang dikeluarkan dan disuruh tiarap, Ratih menjelaskan dua orang lain yang berada di dalam mobil abu-abu turut dikeluarkan. Namun, dua orang itu sudah dalam kondisi lemah.

“Yang dua orang lagi enggak bisa jalan itu. Orang kelima [dikeluarkan dari mobil] itu masih ditiarapkan. Yang orang keenam dimasukin langsung ke dalam mobil [lain], kondisinya lemas” kata Ratih.

Setelah itu, Ratih menjelaskan bahwa para laskar FPI yang disuruh tiarap lantas dilakukan penggeledahan. Dari penggeledahan itu disita handphone milik laskar FPI dan samurai dari dalam mobil sebagai barang bukti.

Saat diperintahkan tiarap, Ratih menjelaskan bahwa salah seorang laskar FPI sempat berteriak sangat kencang dan memohon agar tidak mencelakai temannya.

“Satu orang teriak. Dia bilang ‘Jangan diapa-apain teman saya’,” kata Ratih.

Berapa kali teriak?” tanya Jaksa.

“Beberapa kali teriak-teriak terus. Yang agak gemukan,” timpal Ratih.

Ratih juga menjelaskan bahwa tangan empat orang yang diperintahkan untuk tiarap tak diborgol atau diikat oleh petugas. Ia juga melihat barang bukti berupa handphone dan samurai yang diamankan sempat ditaruh di sebuah meja yang terletak di depan warungnya.

“[Petugas] sempat ke warung minta plastik dan ditaruh [HP milik laskar FPI] di meja di warung. Samurai juga diletakkan di depan warung,” kata Ratih.

Lebih lanjut, Ratih mengaku tak tahu mengenai nasib empat orang yang disuruh tiarap oleh petugas setelahnya. Ia mengaku tak memperhatikan kembali insiden tersebut karena tak diperkenankan mendekat oleh petugas.

“Saya enggak tahu, enggak lihat lagi, karena tak diperkenankan mendekat oleh petugas,” ucapnya.

Sebelumnya, Jaksa telah mendakwa dua polisi yang telah melakukan pembunuhan secara sengaja dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian enam laskar FPI. Kedua polisi itu sampai hari ini tidak ditahan.

Sumber: cnnindonesia.com

Tags: JakartaKejahatan kemanusiaanKejahatan kemanusiaan sepanjang sejarahLaskar FPIlaskar FPI tewasO kmPembunuhan O kmSaksi o kmSejarah pembunuhan di O kmSeprolitSidang tewasnya 4 laskar FPITersangka masih belum ditahanTewasnya 4 laskar FPI
93
VIEWS
TwitterFacebookWhatsApp

Related Posts

Pembangunan SDM Dimulai dari Pemenuhan Gizi

Pembangunan SDM Dimulai dari Pemenuhan Gizi

6 hari ago
7
Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

Bencana Uji Solidaritas Bangsa, Hasani bin Zuber: 4 Pilar Kebangsaan Harus Hadir Nyata

9 bulan ago
24
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah Resmikan SAS Center UTM, Dorong Olahraga Madura Lebih Maju

10 bulan ago
37
Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

Komnas HAM: Proyek Strategis Nasional Perlu Tinjauan Ulang Demi Perlindungan Masyarakat Adat

11 bulan ago
45
Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

Aba Syafi Ceritakan Sosok Muhammad Tabrani, Siapa Dia?

11 bulan ago
30
Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Terima Presiden Macron di Borobudur

1 tahun ago
68
Next Post
Begini Cara Kerja Remote Access, Aplikasi Yang Bisa Curangi Tes CPNS

Begini Cara Kerja Remote Access, Aplikasi Yang Bisa Curangi Tes CPNS

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Hubungi
  • Karir
  • Iklan
  • Policy
  • Disclaimer

© 2019 @Penanews.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Nusantara
  • Madura
  • Jatim
  • Wisata & Kuliner
  • Olahraga
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Opini
  • Jepret

© 2026 Penanews.id All right reserved.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In